Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pelukan Hangat Tuan Presiden

Pelukan Hangat Tuan Presiden

"Aneh. Setahuku, kurator negara baru saja menandatangani jaminan gaji untuk seluruh karyawan PT Surya pagi ini agar operasional tetap berjalan meski pemiliknya sedang diperiksa. Jadi, siapa sebenarnya yang menyuruh kalian ke sini?" Keheningan yang canggung menyelimuti barisan depan demonstran. Beberapa orang mulai saling lirik, wajah-wajah yang tadi beringas kini nampak gelisah. Sera, yang menyaksikan dari atas, merasa jantungnya nyaris berhenti berdetak. Ia takut Rendra terluka atau cedera oleh pendemo yang brutal.
1030.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 923 kali sebagai catatan seorang demonstran pdf
Baca
+Pustaka
Istri Rahasia Sang Penguasa

Istri Rahasia Sang Penguasa

"Dan istri saya adalah warga sipil yang menjadi korban konspirasi ini." Haryo mengetuk meja dengan pulpennya, memotong perdebatan. "Publik tidak peduli siapa yang memanipulasi, Arjune. Yang mereka tahu, dokumen tentang perdagangan ilegal yang melibatkan mertuamu serta rekaman istrimu adalah bukti konkret. Demonstrasi di luar istana sudah semakin anarki. Pihak dewan sudah mengambil keputusan."
621 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai catatan seorang demonstran pdf
Baca
+Pustaka
KAMAR KEDUA

KAMAR KEDUA

Ia membukanya di atas meja. Namun tidak langsung memperlihatkannya kepada Ratri. Beberapa lembar dokumen di balik satu per satu. Matanya membaca dengan saksama. Hingga akhirnya ia berhenti pada sebuah halaman. Napas petugas polisi itu terdengar pelan. Lalu ia menatap Ratri. "I'm very sorry, Mam.” Suara itu begitu tenang. "According to our records..." "...Mr. Calvin Andersen didn't survive the accident."
10266.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.4K kali sebagai catatan seorang demonstran pdf
Tampilkan Ulasan (120)
Baca
+Pustaka
BIAN_Bella
novel ini memang berkualiti tinggi. Saya sanggup berjaga sampai lewat malam kerana terlalu asyik membaca. Gaya bahasanya indah, kemas, dan mudah difahami. Membuatkan setiap bab mengalir lancar. Jalan ceritanya jg berbeza daripada kebanyakan novel lain kerana tidak bergantung pada unsur dewasa sahaja
Sulistianah cuplis
wes lah...kalo novel kak njus gk ada yg gagal. rating 10 semua. keren semua. semua ceritanya gk ada yg lebay, relevan dgn kehidupan dan masalah-masalah yg sering terjadi, tp dikemas dengan penulisan yg luar biasa. makasih ya kak nyusul namaku pernah jadi pemeran figuran di salah satu novel nya ......
Baca Semua Ulasan
ASISTEN KESAYANGAN TUAN ARLAN

ASISTEN KESAYANGAN TUAN ARLAN

tantang Arlan dengan suara bariton yang sangat tegas. Para demonstran itu saling pandang, mereka tidak menyangka Arlan akan memberikan tantangan yang begitu berani dan terbuka. Seorang pria paruh baya yang menjadi pemimpin demo mencoba tetap tenang dan mengangkat spanduknya lebih tinggi. "Kami punya bukti foto kakek Anda sedang bersama wanita lain di luar negeri dua puluh tahun lalu!" teriak pria itu dengan suara yang agak gemetar.
779 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai catatan seorang demonstran pdf
Baca
+Pustaka
Perjanjian Yang Tak Terlupakan

Perjanjian Yang Tak Terlupakan

Dia menoleh ke kanan-kiri untuk memastikan semuanya aman. Mereka berdua berbicara dengan bahasa Korea, cukup aman untuk berbicara hal sensitif seperti gangguan kecemasan yang Ernest alami. Sedangkan di sekeliling mereka terdapat orang-orang Eropa. "Ernest sudah berusaha yang terbaik, jadi biarkan staff Diamond Entertainment juga mengambil foto dan membuat berita baik untuknya." Hiraya menoleh ke arah jam sembilan, tempat di mana salah satu staff Diamond Entertainment berada.
2.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai catatan seorang demonstran pdf
Baca
+Pustaka
Sistem Pahlawan Rakyat Jelata

Sistem Pahlawan Rakyat Jelata

Demo kali ini terjadi di depan kantor polisi Distrik Langit Biru dan menuntut kawan-kawan mereka untuk dibebaskan. Suara riuh dari para peserta demo ikut meneriakkan semboyan maupun yel-yel yang pemimpin mereka gaungkan. Saat ini tidak hanya mahasiswa saja yang turun, tetapi juga ada buruh, lembaga bantuan hukum, dan juga masyarakat umum.
892 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai catatan seorang demonstran pdf
Baca
+Pustaka
Kelir Getih (Layar Berdarah)

Kelir Getih (Layar Berdarah)

Di tubuhnya sendiri, terlihat bekas tusukan kecil yang tak terhitung jumlahnya. Raka mendekat. Ia menunduk. “Abimanyu,” desisnya. “Dikelilingi dan dihabisi oleh pengecut, tanpa ampun. Kematian yang paling tidak terhormat untuk ksatria yang paling murni.” Kirana menunjukkan foto KTP korban. “Reza Astana. Dua puluh dua tahun. Ketua Aliansi Mahasiswa Pemberantas Korupsi Yogyakarta. Sangat vokal. Ia baru saja mengajukan tuntutan class action.”
851 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai catatan seorang demonstran pdf
Baca
+Pustaka
Finding the Sun (Bahasa Indonesia)

Finding the Sun (Bahasa Indonesia)

Dorrrr. *** Amara dan Bima sampai di senayan. Suasananya kacau. Bahkan tidak tanggung-tanggung ada peristiwa pembakaran ban. "Memang demonstrasi sekacau ini?" tanya Amara. "Bukan mahasiswa, ini ulah oknum biasanya. Para peneror yang kontra terhadap pemerintah. Mereka seringkali aji mumpung dalam suasana kerusuhan seperti ini," Bima mencoba menjelaskan.
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai catatan seorang demonstran pdf
Baca
+Pustaka
Atas Nama Pohon Suci

Atas Nama Pohon Suci

Setelah berpamitan, aku segera meluncur ke tempat parkir untuk mengambil motor kesayanganku. Ketika hendak keluar pos parkir, dari kejauhan aku melihat arak-arakan manusia. Mereka membawa beraneka macam spanduk yang terbuat dari karton dan kain. Aku yakin mereka merupakan demonstran yang diceritakan Hari tadi. Mereka menuntut pencabutan izin proyek perumahan elite.
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai catatan seorang demonstran pdf
Baca
+Pustaka
Sang Penguasa Arthur Gardner

Sang Penguasa Arthur Gardner

"Betul, bos. Orang-orang di Amorosa terlalu percaya, dan mereka tidak pernah berpikir bahwa ada orang yang begitu rakus untuk melakukan apa saja demi mendapatkan keuntungan tanpa memperhatikan hak orang lain." Sekelompok pria berjas hitam kekar keluar dari gerbang gedung. Fisiknya yang berotot memperlihatkan bahwa mereka bukan orang biasa. Jelas, dia adalah seorang pengawal yang dimiliki perusahaan. Dia kemudian meminta para demonstran untuk menjauh dari lingkungan gedung. "Pergi kalian dari rumah kami!" teriak para demonstran, mendorong satu sama lain dalam kemarahannya. "Kami tidak ingin kalian ada di sini!"
1062.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai catatan seorang demonstran pdf
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status