KUBELI KESOMBONGAN IPARKU
Sebab, dia tadi sudah sempat mengakui bahwa cincin yang berinisial C adalah miliknya.
Gelagat Mbak Dila semakin mencurigakan setelah ia berusaha merampas cincin itu dengan paksa.
"Ini rumahku, Mbak. Kalau memang benar ini cincin milik Mbak, kita selesaikan di pengadilan, biar hakim yang menentukan siapa pemiliknya," jawabku memberikan pilihan yang aku yang tidak ingin dia pilih.
"Astaga, ini milikku, Nilam, kenapa ngeyel sih?" Mbak Dila masih berupaya meraih cincin itu. Entahlah maksud dan tujuannya untuk apa.