Raina
Aku tertawa miris sambil menoleh, "setelah sekian lama, kamu tanya kabarku, Ka?"
"Memangnya salah?"
"Aku baik," jawabku ketus.
"Oh," cicitnya. "By the way, kalung itu masih kamu pakai? Aku pikir kamu sudah membuangnya."
"Apa?" dahiku berkerut. Lalu menyentuh kalung berwarna silver yang menjadi kado ulang tahunku yang ke-17 darinya. "Ini?"
Anggukan dari Raka membenarkan tebakanku. Aku tertawa geli sekaligus miris. "Ngapain dibuang? Sayang, kan? Lagian belinya pakai uang."
Bab Populer