Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mengejar Mentari

Mengejar Mentari

“Tidak asik aja makan sama cewek yang banyak makannya seperti kamu. Biasanya cewek tuh suka jaga imej, pura-pura makan sedikit dan memesan makanan satu jenis saja. Kalau perlu tidak usah makan. Cumi, Cuma minum. E kamu makannya dua porsi.’ “Biarin. Aku lapar tahu?” “Memang berapa hari kamu tidak makan?” “Berapa ya? Dua jam kali ya? Aku lupa tuh. Meski baru tadi makan, rasanya perutku masih lapar nih.” “Memangnya makan apa dua jam yang lalu?’ “Em, makan angin ha ha ha.” Firman mengacak kepala Dzi dengan tangan kanannya, membuat si pemilik kepala berhijab navy merengut. Ia kesal karena tatanan kerudungnya berantakan oleh kelakuan Firman.
108.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 231 Beses bilang cerbung matahari
Read
+Library
Air mata yang Kutumpahkan

Air mata yang Kutumpahkan

Benar saja, ibunya muncul di ambang pintu sambil menggendong Dhira dalam buaiannya. "Sudah selesai acara jemur menjemurnya ya, Bu?" Untuk menutupi kegelisahannya, Keira mencoba untuk bercanda. Ia tidak ingin membuat ibunya ikut-ikutan resah. "Sudah dong. Dhira sekarang sudah lebih sehat karena terpapar sinar matahari pagi. Tapi kamu tidak usah khawatir, matahari pagi kamu juga sudah datang tuh. Sedang duduk manis di ruang tamu. Sana temuin," jawaban tidak terduga ibunya membuatnya penasaran. Maksud ibunya apa ya?
1091.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.8K Beses bilang cerbung matahari
Read
+Library
Mata Ketiga

Mata Ketiga

Pagi itu di rumah Mbah Parjo suasana masih hening. Hanya terdengar kicauan burung perkutut dan kokokan ayam jantan bersahutan. Lampu di teras rumah Mbah Parjo masih menyala yang berarti para penghuninya masih terlelap tidur atau ada aktifitas lainnya. “ Aaahh ... aaahh .... ayo pak lebih cepet .... ak dah mau keluar ..... ssttttt... ssttttt” bisik Cyntia sambil terus berdesis seperti ular.
2.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 88 Beses bilang cerbung matahari
Read
+Library
Mentari di Balik Awan

Mentari di Balik Awan

Penglihatannya sedikit kabur hingga sel darah putih membayang dengan jelas di mata wanita itu saking silaunya. Bulan ini Jogja sedang berada di awal musim hujan. Berita tadi pagi menyebutkan bahwa seminggu lagi akan memasuki puncaknya. Siang hari begini panasnya bisa membuat kepala pusing, dan sore hari hujan biasanya turun dengan awet hingga besok pagi. Seseorang di telepon kini masih saja bicara sampai membuat telinga Lian terasa lebih panas dari teriknya mentari di siang itu.
103.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 110 Beses bilang cerbung matahari
Read
+Library
KYRENA : Putri Kegelapan

KYRENA : Putri Kegelapan

Salah satu dari tiga kepala Cerberus itu berteriak keras hingga pohon-pohon tumbang. Sinar itu berhasil membuat pengelihatannya yang tajam merasakan kesakitan amat luar biasa. Matanya seakan terbakar hingga mengeluarkan darah hitam. Cerberus itu terus saja berteriak kesakitan hingga kedua bola matanya keluar dan gosong menjadi abu. 2 kepala Cerberus yang masih memiliki mata, dengan pintar memejamkan mata. Mereka meraung untuk memberikan balasan pada Aron.
104.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 156 Beses bilang cerbung matahari
Read
+Library
Legenda Keluarga Serendibite

Legenda Keluarga Serendibite

"Terima kasih—sungguh terima kasih." Ling mengangguk kepala dan kembali menggambar. Kali ini, di menggambar matahari, dua bola, pohon-pohon tinggi dengan tiga belas orang dan satu bayi di samping. Menunjuk matahari ke kedua bola dan kemudian kembali ke matahari, Ling kemudian menunjuk pohon-pohon yang ada dan orang-orang di samping pohon. "Saat matahari menjadi bulan dan kembali menjadi matahari, tiga belas orang dan satu bayi baru akan keluar dari hutan." Ujar Serphen menerka apa yang ingin disampaikan Ling.
2.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 70 Beses bilang cerbung matahari
Read
+Library
Penguasa Pedang

Penguasa Pedang

img:first-child]:pt-0 *:[img:first-child]:rounded-t-xl *:[img:last-child]:rounded-b-xl shadow rounded-md ring-1 ring-foreground/20 fix-size fix-edge chapter-theme" data-slot="card" data-size="default" data-variant="default"> Memikirkan hal ini, ekspresi Jin Yu berubah dingin, dan kilatan tajam kembali muncul di matanya. Segel dewa matahari di tangannya lenyap, digantikan oleh nyala api yang mengerikan, di dalamnya cahaya menyilaukan secara bertahap mengembun.
108.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 290 Beses bilang cerbung matahari
Read
+Library
Menuju Matahari

Menuju Matahari

“Mbuh! Wong edan!” Jaladri dan Ningrum tertawa. *** Mata Pratiwi menyipit. Ia berdiri di bibir tebing puncak bukit sisi barat, tak jauh dari lapangan latihan padepokan. Di ujung sana, bola matahari warna kemerahan tinggal menyisakan saat-saat terakhir menghilang menuju cakrawala. Langit berwarna ungu jingga, membentuk paduan warna yang luar biasa memukau bersama matahari.
9.526.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 893 Beses bilang cerbung matahari
Ipakita ang mga Review (17)
Read
+Library
Kebo Rawis
GoodNovel beruntung sekali ada penulis sekelas Mas Wiwien yang mau ikut menyumbangkan karyanya. Salah satu harta karun di platform ini. Cerita yang sangat layak baca bagi siapapun yang paham bedanya karya yang benar-benar bagus dan berkualitas, bukan sekadar "bagus" karena statistik.
KSATRIA PENGEMBARA
Numpang Promo y thor ! Pernah terbayangkan ngak ? kalau ada seorang pendekar dari JAWA DWIPA yg suka mengembara ke berbagai negeri & bertarung dg semua pendekar-pendekar hebat dari seluruh dunia. Pastinya pengembaraan ini sangat menarik utk diikuti Ksatria Pengembara akan UPDATE TIAP HARI
Basahin ang Lahat ng Review
Taring Putih Dari Barat

Taring Putih Dari Barat

Taring Surya mulai menajam bertambah panjang. Cahaya keemasan mulai menutup seluruh citra Surya. kini Surya benar benar hilang digantikan oleh telur cahaya berwarna emas. Seolah olah lubang yang tak berujung, bola cahaya ema situ menghisap segala sesuatu yang ada di sekitarnya dengan gila gilaan. Tubuh bola cahaya itu semakin lama semakin membesar. Tidak ada tanda tanda akan berhenti.
9.973.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 1.5K Beses bilang cerbung matahari
Ipakita ang mga Review (17)
Read
+Library
Ampas tahu
hai teman-teman. setelah meninjau dari jalan cerita yang telah saya buat buat, kemungkinan cerita ini akan memiliki bab lebih dari 1000 bab. jadi jika teman-teman sekalian tidak suka dengan cerita yang panjang, jangan ragu-ragu untuk mencari bahan bacaan yang lain. terima kasih...
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan para Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Basahin ang Lahat ng Review
SUNAN ZUNUNGGA

SUNAN ZUNUNGGA

Cahaya berwarna kuning keemasan seperti perwujudan matahari pagi yang baru terbit di ufuk timur. Wow! “Telur ajaib!” “Telur matahari!” “Telur naga api!” “Pancah berhentilah menyebut naga dan naga!” “Apakah telurnya bisa dimakan, teman-teman? Aku lapar…” Lagi-lagi Kucul Rinci membuat ulah dengan kepolosannya yang aneh. “Tidak! Kita lebih membutuhkan cahaya daripada makanan! Coba perhatikan sekarang, tempat kita berdiri tak terlalu gelap lagi.”
104.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 99 Beses bilang cerbung matahari
Read
+Library
PREV
123456
...
9
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status