Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mata Ketiga

Mata Ketiga

Pagi itu di rumah Mbah Parjo suasana masih hening. Hanya terdengar kicauan burung perkutut dan kokokan ayam jantan bersahutan. Lampu di teras rumah Mbah Parjo masih menyala yang berarti para penghuninya masih terlelap tidur atau ada aktifitas lainnya. “ Aaahh ... aaahh .... ayo pak lebih cepet .... ak dah mau keluar ..... ssttttt... ssttttt” bisik Cyntia sambil terus berdesis seperti ular.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai cerbung matahari
Baca
+Pustaka
Mentari di Balik Awan

Mentari di Balik Awan

Penglihatannya sedikit kabur hingga sel darah putih membayang dengan jelas di mata wanita itu saking silaunya. Bulan ini Jogja sedang berada di awal musim hujan. Berita tadi pagi menyebutkan bahwa seminggu lagi akan memasuki puncaknya. Siang hari begini panasnya bisa membuat kepala pusing, dan sore hari hujan biasanya turun dengan awet hingga besok pagi. Seseorang di telepon kini masih saja bicara sampai membuat telinga Lian terasa lebih panas dari teriknya mentari di siang itu.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai cerbung matahari
Baca
+Pustaka
Legenda Keluarga Serendibite

Legenda Keluarga Serendibite

"Terima kasih—sungguh terima kasih." Ling mengangguk kepala dan kembali menggambar. Kali ini, di menggambar matahari, dua bola, pohon-pohon tinggi dengan tiga belas orang dan satu bayi di samping. Menunjuk matahari ke kedua bola dan kemudian kembali ke matahari, Ling kemudian menunjuk pohon-pohon yang ada dan orang-orang di samping pohon. "Saat matahari menjadi bulan dan kembali menjadi matahari, tiga belas orang dan satu bayi baru akan keluar dari hutan." Ujar Serphen menerka apa yang ingin disampaikan Ling.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai cerbung matahari
Baca
+Pustaka
Penguasa Pedang

Penguasa Pedang

img:first-child]:pt-0 *:[img:first-child]:rounded-t-xl *:[img:last-child]:rounded-b-xl shadow rounded-md ring-1 ring-foreground/20 fix-size fix-edge chapter-theme" data-slot="card" data-size="default" data-variant="default"> Memikirkan hal ini, ekspresi Jin Yu berubah dingin, dan kilatan tajam kembali muncul di matanya. Segel dewa matahari di tangannya lenyap, digantikan oleh nyala api yang mengerikan, di dalamnya cahaya menyilaukan secara bertahap mengembun.
1014.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 470 kali sebagai cerbung matahari
Baca
+Pustaka
Dandelion, Wish, and Wind

Dandelion, Wish, and Wind

“Lebih baik lihat ke sana. Hora, mataharinya sangat indah, lho.” Tangan Nana menunjuk matahari yang perlahan-lahan menuju peraduannya. Mau tak mau Izumi pada akhirnya mengalihkan pandangannya. Irisnya ikut memandang ke arah matahari. Golden Hour, begitu orang-orang menyebutnya, adalah waktu ketika matahari memancarkan sinarnya yang berwarna kuning keemasan hingga kemerahan. Permukaan air laut yang terkena sinar matahari sore terlihat begitu berkilauan.
104.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai cerbung matahari
Baca
+Pustaka
Menuju Matahari

Menuju Matahari

Kepalanya meneleng, menoleh ke beberapa arah seperti mencari-cari sesuatu dalam gelap, lalu berakhir pada arah gundukan bukit tempat padepokan Perguruan Matahari berada. “Di atas sana,” ia membuka mata dan menuding. “Di rumah belakang dengan pohon pisang kipas di depannya.” Semua menoleh ke puncak. Wisnumurti menahan napas. Tempat itu sekarang sudah benar-benar terkepung oleh ratusan manusia tak waras dengan arwah-arwah penasaran dalam tubuh masing-masing. Mereka menyesaki trap telundakan ke atas, saling berdesakan sehingga sebagian di antaranya terdorong dan tergelincir jatuh. Sebagian besar lagi merayap luar biasa cepat memanjat semua sisi dinding tebing.
9.526.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 899 kali sebagai cerbung matahari
Tampilkan Ulasan (17)
Baca
+Pustaka
Kebo Rawis
GoodNovel beruntung sekali ada penulis sekelas Mas Wiwien yang mau ikut menyumbangkan karyanya. Salah satu harta karun di platform ini. Cerita yang sangat layak baca bagi siapapun yang paham bedanya karya yang benar-benar bagus dan berkualitas, bukan sekadar "bagus" karena statistik.
KSATRIA PENGEMBARA
Numpang Promo y thor ! Pernah terbayangkan ngak ? kalau ada seorang pendekar dari JAWA DWIPA yg suka mengembara ke berbagai negeri & bertarung dg semua pendekar-pendekar hebat dari seluruh dunia. Pastinya pengembaraan ini sangat menarik utk diikuti Ksatria Pengembara akan UPDATE TIAP HARI
Baca Semua Ulasan
Taring Putih Dari Barat

Taring Putih Dari Barat

Taring Surya mulai menajam bertambah panjang. Cahaya keemasan mulai menutup seluruh citra Surya. kini Surya benar benar hilang digantikan oleh telur cahaya berwarna emas. Seolah olah lubang yang tak berujung, bola cahaya ema situ menghisap segala sesuatu yang ada di sekitarnya dengan gila gilaan. Tubuh bola cahaya itu semakin lama semakin membesar. Tidak ada tanda tanda akan berhenti.
9.973.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai cerbung matahari
Tampilkan Ulasan (17)
Baca
+Pustaka
Ampas tahu
Saya sarankan para pembaca sekalian membaca novel ini menggunakan koin bonus atau lewat iklan saja untuk coba-coba. Agar kalian tidak merasa dirugikan saat tahu bahwa novel saya tidak sesuai dengan apa yang kalian suka. terimakasih semuanya !!!
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan para Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
SUNAN ZUNUNGGA

SUNAN ZUNUNGGA

Cahaya berwarna kuning keemasan seperti perwujudan matahari pagi yang baru terbit di ufuk timur. Wow! “Telur ajaib!” “Telur matahari!” “Telur naga api!” “Pancah berhentilah menyebut naga dan naga!” “Apakah telurnya bisa dimakan, teman-teman? Aku lapar…” Lagi-lagi Kucul Rinci membuat ulah dengan kepolosannya yang aneh. “Tidak! Kita lebih membutuhkan cahaya daripada makanan! Coba perhatikan sekarang, tempat kita berdiri tak terlalu gelap lagi.”
104.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai cerbung matahari
Baca
+Pustaka
Istri Kecil CEO Tampan

Istri Kecil CEO Tampan

ucap Mentari melihat gantungan kalung yang dipakai. “Itu Matahari yang bersinar terang saat pagi hari. Itulah yang disebut Mentari. Aku ingin kamu selalu bersinar untuk sekelilingmu dan membawa cahaya untuk kegelapan, aku tidak ingin cahaya itu redup walaupun ada banyak masalah yang menerpa hidupmu.”
3.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai cerbung matahari
Baca
+Pustaka
Razzara's Chronicle: Phantasm Realm

Razzara's Chronicle: Phantasm Realm

“Rasakan Sihir Tingkat lima ini! !!!” Seketika muncul bola api kecil di sekitar Elena yang berubah menjadi besar dengan sangat cepat Bola api yang menyerupai sebuah matahari kecil membakar habis area yang dilewatinya.. Ini sihir dengan tingkatan yang berbeda dari yang pernah Raz dan Jujube lihat. Mata mereka tidak dapat mengimbangi silaunya cahaya yang dibuat oleh matahari kecil itu. Beberapa lama kemudian cahayanya meredup, Raz dan Jujube membuka matanya. Sejauh satu kilometer dari titik matahari itu lenyap tak tersisa.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai cerbung matahari
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status