Remember Me, BE!
Coba saja kejadian seperti itu benar-benar mereka alami, Diva jamin tidak ada lagi orang yang mau berperan menjadi orang tidak mampu dan seorang kekasih yang patah hati.
"Mama, kok, nangis?" tanya Diva dengan suara serak. "Jangan nangis, dong. Ntar Diva juga ikut nangis." Tangan Diva terulur mengusap layar ponsel, seolah mengusap air mata Mama. "Diva yakin sama apa yang Mama bilang. Hati Diva percaya kalo Mama, Papa, Arkan, dan semua keluarga kita adalah keluarga Diva." Dia tersenyum, menyebabkan dua bulir bening menuruni pipinya. "Diva sayang Mama, pengen meluk Mama."
"Duh, anak gadis Mama udah dewasa masih aja cengeng."
Hot Chapters