Suamiku, Ustad Bucin
Gadis yang sudah lama kutaksir, karena wajahnya begitu memikat, kulit putih bersih, badannya tinggi semampai, dan dia juga termasuk gadis yang rajin, terbukti saat dia sering membantu di rumah orang tuaku, walau sebenarnya dia ada banyak kesibukan, selain mengajar di pesantren, dia juga sedang kuliah.
Walau aku menyukainya, tidak mungkin juga aku menembaknya seperti anak-anak muda pada umumnya. Ya, selain kondisi kami di pesantren, akan sangat tidak etis jika anak pesantren terlihat berpacaran, walau banyak juga kasus seperti itu, terlebih lagi posisi aku adalah anak pimpinan, bisa gawat jika Abi mengetahui.
Kesalahan terbesar dalam hidupku yaitu terjerumus dalam dunia barang haram, walau su