Bukan Lagi Budak Cintanya
“Dengarkan baik-baik, sebelum besok pagi, kalau kamu belum datang ke sini, berlutut dan minta maaf, jangan harap Keluarga Soman bisa tetap bertahan di Kota Gatam.”
Aku mendengar omelannya dengan tenang, sampai dia puas meluapkan emosinya, lalu hanya menyahut pelan, “Oh.”
“Bu Harti, sudah selesai bicaranya?”
“Kalau sudah, biar kututup. Aku mau pakai masker.”
Tanpa menunggu reaksinya, aku langsung menutup telepon.
Mendengar nada sibuk di telepon, aku bisa membayangkan betapa murkanya Ibu Nathan.
Sikat na Kabanata