분야별
업데이트 중
모두연재 중참여
정렬 기준
모두인기순추천평점업데이트됨
Mertua, Awal Pembawa Petaka

Mertua, Awal Pembawa Petaka

Mertua, Awal Pembawa Petaka Perselingkuhan yang terbongkar Bab 1 Dahiku mengernyit saat melihat pesan masuk dari Risma–teman kuliahku–soalnya tidak biasanya ia mengirimkan pesan, Risma selalu menelpon atau langsung video call jika ada sesuatu. [Selamat, ya, atas kehamilan lo. Nanti lah, balik dari Malaysia gue baru ke rumah lo.]
1063.9K 조회수참여서재에 1.9K회 cerita martubasi로 추가됨
보기
+보관함
Pesona Istri Kedua Pilihan Istriku

Pesona Istri Kedua Pilihan Istriku

Marta menatap Hasan yang bergantian masuk ke dalam, lalu ia mengalihkan pandangannya, dan kembali menatap dengan tatapan kosong menatap pembatas bilik pasien. “Aku hamil, San. Harusnya Mas Aldi senang, tapi dia malah mau menceraikanku. Ini memang salahku dari awal, yang telah menghadirkan Riska dalam hidup Mas Aldi. Ini salahku, sekarang Riska juga sedang hamil. Aku bodoh sekali, San! Rasanya aku ingin mati saja bila seperti ini. Percuma aku membujuk Mas Aldi, kalau sudah tidak ada lagi rasa, dan tidak ada lagi cinta untukku,” ucap Marta dengan menatap kosong ke depan.
103.6K 조회수참여서재에 122회 cerita martubasi로 추가됨
보기
+보관함
Mertua Cerdas VS Menantu Licik

Mertua Cerdas VS Menantu Licik

Ternyata ibu mengira kalau aku ngidam martil alias palu kecil. "Martel itu martabak telor, Bu. Bukan martil. Emangnya Santi itu kuda lumping?" kekeh bang Akmal setelah tawa kami reda. Ibu mengulum senyum lalu ikutan terbahak. "Oalah, kenapa harus disingkat-singkat sih?" balas mertuaku sambil memukul paha bang Akmal dengan tangan. Martilnya ibu letakkan di atas meja.
6.7K 조회수참여서재에 167회 cerita martubasi로 추가됨
보기
+보관함
Cinta Terlambat

Cinta Terlambat

Air mata nya bercucuran mendengar penuturan Tita yang sedang berjuang untuk mendapatkan hak Kaina sebagai seorang istri. "TITA!!" teriak Brian. "Aku di pukul sayang." Rengek Lamela memeluk tubuh Brian dari arah belakang namun dengan cepat Tita mendorong tubuh Lamela untuk menjauh dari tubuh Brian. "Merengek layaknya anak kecil. Memalukan!" Sindir Tita. "Sayang." Rengek Lamela lagi sambil terus memegangi pipi kananya yang sudah mulai memerah karena tamparan kasar Tita.
1016.3K 조회수참여서재에 604회 cerita martubasi로 추가됨
보기
+보관함
Pembantu Kesayangan Tuan Muda

Pembantu Kesayangan Tuan Muda

Marisa menceritakan betapa besar rasa cintanya terhadap Hartono. “Dasar, bodoh! Tahu apa kau tentang cinta di usia itu? Bisa-bisanya kau pikir aku tak bakal marah, Risa!” pekik Marta sambil meremas surat itu, remasan yang sangat kuat, sebagaimana perasaannya saat ini juga bagai diremas kuat oleh sakit dan kecewa terhadap Hartono.
1099.8K 조회수참여서재에 4.0K회 cerita martubasi로 추가됨
보기
+보관함
Possessive

Possessive

Cetus Leo "Ok, jawab Marta pelan, entah mengapa ada rasa sesak di dadanya Marta mendengarnya, dia tak mengerti rasa apa itu, rasa Ingin menangis tapi bukan, mungkin karena efek, kedengarnyanya, dia tak begitu dianggap dirumah itu. “Ah.., Marta menghibur hatinya lagi kalau dia harus tau diri, diberi menumpang hidup dirumah itu saja, sudah lebih dari cukup bagi Marta. ***** Sudah tiga hari ini Marta tinggal di kosan Ratna. Kost itu begitu nyaman mewah sera eskulusive.wajar saja, karena Ratna adalah anak salah satu pejabat di Kalimantan dan Ayahnya memiliki perusahaan batubara disana. Marta begitu menikmati tinggal bersama Ratna daripada Leo.
3.3K 조회수연재 중서재에 72회 cerita martubasi로 추가됨
보기
+보관함
Kita dan Cerita

Kita dan Cerita

Dan benar saja, di papan tulis namanya ada di urutan kelompok ke 4 dengan anggota yang sudah ia tebak tadi. Semua kelompok sedang sibuk dengan tugas yang di berikan oleh Bu Tati, mereka sudah menduga kalau ada kerja kelompok pasti ada tugas, dan ternyata benar. Tugas untuk membuat artikel tentang berita hangat yang sedang terjadi di Indonesia. Saat kelompok lain sudah selesai membagi tim mereka dan memutuskan siapa yang akan menjadi ketua dan lain lain, berbeda dengan tim Raina yang masih fokus memilih ketua tim kelompok mereka hingga saat ini.
18.6K 조회수연재 중서재에 615회 cerita martubasi로 추가됨
보기
+보관함
Setiap Momen adalah Kamu

Setiap Momen adalah Kamu

Dimas yang selalu tampak berwibawa dan penuh kasih sayang pada Indah, kini menampakkan kegelisahan dan ketidakpercayaan diri. “Saya mohon maaf sebelumnya, Pak, atas kelancangan saya ini. Akhir-akhir ini, saya mendengar begitu banyak cerita, begitu banyak berita, yang membuat saya semakin tidak mengerti tempat saya berpijak saat ini. “Tanpa mengurangi hormat saya. Dengan tetap mengedepankan praduga tak bersalah, saya hanya ingin mendengar kebenaran itu. Saya sulit menemukan fakta saat semua informasi, hanya saya dapatkan dari mereka yang tidak terlibat langsung dalam peristiwa pembangunan Dream Mega Mall,” tutur Indah, matanya menahan tangis.
1.9K 조회수연재 중서재에 52회 cerita martubasi로 추가됨
보기
+보관함
Martabak Setan

Martabak Setan

Sang Mamak mengikuti langkah Zilga yang sudah keluar dari dalam kamar rawat Saskia. “Mak, Zilga berbicara fakta kok. Kak Saskia koma sekarang, karena ia memakan martabak itu dalam jumlah ganji. Tetangga kita yang bernama Marisa, istrinya Pak Duan, dia meninggal tadi subuh karena pas buka puasa kemarin, ia telah menghabiskan martabak itu. Jadi, martabak ini tak boleh dimakan. Kalau Mamak masih tak bisa mempercayai hal ini, setidaknya ... biarkan Zilga untuk antisifasi!” ujar Zilga dengan sambil memasukkan dua bungkus martabak itu ke dalam tong sampah. Mamak terdiam, ia malas meladen Zilga, putri bungsunya yang memang keras kepala itu, walau ia masih tak percaya akan kemistikan martabak setan
1014.8K 조회수참여서재에 532회 cerita martubasi로 추가됨
보기
+보관함
Sang Desainer

Sang Desainer

tanya Veti. "Dia kabur dari penjara dan berujung kecelakaan." Veti terdiam sejenak. Rasa sedih tentu saja ada, bagaimanapun Marta adalah teman dekatnya walaupun Veti sempat mengkhianatinya. Dirinya tidak menyangka seperti inilah akhir hidup Marta. "Marta sudah tidak punya siapa-siapa lagi. Orang tuanya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Dia mempunyai rumah di desa xxx yang ia kontrakkan kepada orang lain," ungkap Veti.
1016.2K 조회수참여서재에 629회 cerita martubasi로 추가됨
보기
+보관함
이전
1
...
45678
...
10
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status