Mengemis Malam Pertama
"Selama ini kita sudah mengalami hidup yang berat, Tuhan tidak akan membuat kita menderita selamanya."
"Kau benar, tapi aku cukup heran denganmu, kau sangat kuat, Cel, kau membuatku termotivasi dalam berbagai hal."
Celin tersenyum, wajah bule itu selalu menunjukkan kasih sayang layaknya seorang ibu kepada Riki.
"Waktu tidak akan menunggu,Rik, kuat atau tidak bukan perkara takdir, tapi perkara kemauan dan keinginan, aku ingin hidup dan aku ingin bahagia, kalau aku tidak kuat pasti saat ini aku sudah mati."
Sikat na Kabanata