Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
BUKAN OB BIASA

BUKAN OB BIASA

Malamnya, ncang Ari mengajak Adam bicara sambil menikmati kopi di balai-balai depan rumahnya. "Jadi, bagaimana? Apa kamu sudah bicara dengan orang tuamu, Dam?" Adam hanya bisa tersenyum simpul. Ia menggeleng pelan, "Belum, Ncang." Ncang Ari menatap Adam dan berkata dengan bijak, "Bicaralah, Dam. Cobalah mengalah, tidak ada manusia yang sempurna di atas dunia ini. Begitupun dengan orang tua, kamu akan mengerti saat melewati fase ini kelak. Tapi, yang perlu kamu ketahui. Tidak ada orang tua yang tidak mencintai anak mereka. Tapi, orang tua memiliki caranya sendiri-sendiri dalam mencintai keluarga mereka."
9.1171.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.8K kali sebagai cerita orang tua
Baca
+Pustaka
Aira's

Aira's

heran Mimi yang Aira balas gelengan kepala lirih. "Kata kakakku maupun ibu atau ayah. Orang bodoh gak akan pernah berbuat banyak selain ngerasain rasa takut akhirnya ngikutin apa kata orang," jelas Aira yang membuat Mimi memukul kepalanya sendiri pelan pertanda pusing. "Ralat. Bukan bodoh! Tapi kamu belum dewasa dan belum nemuin jati diri sendiri," koreksi Mimi seakan tak terima dengan pernyataan orang tua Aira.
1014.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 580 kali sebagai cerita orang tua
Baca
+Pustaka
Luka Seorang Istri

Luka Seorang Istri

“Orang tua yang seperti apa dulu Dil, kamu gak tahu kehidupanku dan Mia dulu, bagaimana kedua orang tuaku memperlakukan kami? Mereka yang seharusnya dicap durhaka bukan aku.” Dilra hanya memelukku tanpa berucap apa pun lagi, hanya menahan isaknya agar tak bersuara, mungkin takut di dengar orang lain, bagaimana pun kamar kami bersebelahan dengan rumah orang lain. “Kamu tahu, mereka cuma sibuk bertengkar, Bapak doyan selingkuh, Ibu cuma sibuk mengejar bapak, sibuk dandan padahal kami belum makan sejak pagi, apa orang tua seperti itu akan membuatku menyesal Dil?”
10205.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.8K kali sebagai cerita orang tua
Tampilkan Ulasan (23)
Baca
+Pustaka
Senja
dlu jga gtu awal* nikah ibu mertua gue yg nerima uang gaji suami, trus aku dijatah dri dia berapa gtu buat seminggu sampe aku bosen karena gak ckup jdi mau pisah aja eh ibunya malah dkung tpi suami gak mau.kalo gak bisa teges ya gtu malah diinjak* mertua.bkn gak hrmt tpi gmna ya liat dlu yg tua gmn
Evi Liw
Realita ... Mana ada orang yang bisa bersabar terus harus selalu mengalah walaupun terhadap mertua. Uang diambil, istri yang jadi seperti pengemis harus meminta. Bagilah bagian masing2. Pria juga harus peka merukunkan ibu dengan istri ... Tidak enak perasaan tertekan tidak dapat berkomunikasi, stress
Baca Semua Ulasan
Ketetapan Cinta

Ketetapan Cinta

balas Bu Nella menceritakan alasan mereka pergi. “Justru aku yang sering kali merepotkan Harry Nel, dia sangat banyak membantuku. Saat kita masih kuliah dulu, aku sering kali berdebat dengan orang tua ku sampai aku kabur dari rumah. Fikiran anak muda yang egois dan tidak dewasa, tanpa sadar aku sudah membuat orang tua ku menyimpan rasa pedih di hatinya sampai suatu ketika Ibu ku jatuh sakit. Dari kejadian itu, Harry lah yang menyadarkan ku jika keluarga lah garda terdepan terutama orang tua saat kita tertimpa masalah. Dari nasehat itu, aku menurunkan ego ku dan hubungan aku dengan orang tua ku semakin membaik,” jelas Pak Dhanu sambil mengatur nafas nya. Semua pasang mata di ruangan tersebut
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai cerita orang tua
Baca
+Pustaka
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

orang itu bertanya kepada kami. Saya yang menjawab, dengan bercerita panjang lebar. Saya menceritakan tentang orang yang bertanggung jawab adalah saya, sampai perjalanan kami sampai hutan ini. “Jadi begitu cerita kalian bisa sampai disini.” kata orang tua dengan memanggut-manggutkan kepala. Sebenarnya apa yang dicari orang tua ini hingga petang belum kembali pulang, saya membatin. Apakah dia mencari ikan?
8.910.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 310 kali sebagai cerita orang tua
Baca
+Pustaka
Pria Menyebalkan Itu Penawarku

Pria Menyebalkan Itu Penawarku

Kedua mata wanita itu terlihat tidak terlalu fokus, namun mulutnya terus mengucapkan apa yang ia katakan. “Aku pernah dipekerjakan di salah satu klub. Orang tuaku yang melakukan hal tersebut, ah, apakah masih disebut orang tua jika semasa hidupnya tidak ada kebaikan yang mereka berikan pada ku,” ucap Jane mata yang masih fokus ke pasir, ia sesekali tersenyum ketika melihat siput air yang nampak terbawa arus hingga ketepi
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai cerita orang tua
Baca
+Pustaka
TAKDIR

TAKDIR

Kata orang itu dari seberang telepon. “Mau apa kamu? Seharusnya kamu sudah mati.” Kata Oma Rahma. Mendengar ucapan Oma Rahma, Vania dan Ratih hanya saling pandang. Bingung dengan apa yang sudah terjadi. “Anda sangat mengenalku, bukan? Anda dan keluarga Anda terus saja memburuku, bahkan setelah tahu bahwa menangkapku bahkan membunuhku bukanlah hal yang mudah. Ketahuilah, tidak ada lagi anak buahmu yang setia. Mereka semua sudah kukirim ke kampung halaman mereka. Itu lebih baik bagi mereka. Karena dengan mengikutiku, mereka akan selamat dan terlindungi bersama keluarga tercinta. Namun bila denganmu? Mereka hanya akan sengsara, dan tidak ada yang menjamin keselamatan keluarga mereka.” Kata oran
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 153 kali sebagai cerita orang tua
Baca
+Pustaka
Menikahi Calon Kakak Ipar

Menikahi Calon Kakak Ipar

“Ceritamu hampir sama denganku Mas, tak beda jauh dengan namanya orang ketiga.” “Yang membedakan adalah kamu masih ada mamahmu yang bertahan dengan masalah yang dihadapkan, tetapi orang tuaku lebih memilih jalan masing-masing karena mereka ternyata sudah mempunyai pasangan baru.” “Sedangkan kami dari kecil sudah tidak lagi merasakan kasih sayang dari yang namanya disebut sebagai orang tua.”
1031.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai cerita orang tua
Baca
+Pustaka
Dilema Arini

Dilema Arini

sahut mbak Ning. “kalau aku amit-amiiit jangan sampai,” mbok Yas nimbrung. “Orang tua kok kayak gitu, ngorbankan anaknya demi kesenangan sendiri tidak mikir kebelakangnya , tidak hati-hati dalam bertindak , gayanya aja sok kaya padahal banyak hutaaang,” kata bu Mita. “ha...ha...ha...haaa. Serempak mereka tertawa dan tidak disadari ibu berada dibelakang mereka. Mendengar kata-kata mereka ibu tidak jadi belanja memutar badan kembali pulang kerumah dengan berderai air mata.
106.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai cerita orang tua
Baca
+Pustaka
Casanova That's My Husband

Casanova That's My Husband

Kok bikin mumet. “Iya deh, iya! Percaya, aku mah apa,” “Sebagai orang tua, memang harus siap mengalah demi yang muda!” “Semprul!” Jangan lupa untuk menambahkan cerita ini ke rak ya, dan ikuti terus keseruan kebucinan Genta. Tinggalkan jejak, komentar dan tip dari kalian, membuatku bersemangat terus untuk berkarya. Semoga suka!
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai cerita orang tua
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status