Petaka Dua Garis
Cuek saja dan meneruskan langkahku untuk masuk ke mobil.
Saat duduk di depan setir, kuhapus cepat air mata yang membasahi pipi. Dengan perasaan bahagia yang tiada tara, aku memundurkan mobil dan keluar dari area parkir minimarket. Sepanjang perjalanan, aku hanya bisa berterima kasih pada Allah. Tak hentinya syukur ini kupanjatkan pada Illahi. Tanpa kuasanya, tak mungkin terjadi keajaiban malam ini. Bahkan punai telah hampir lepas di tangan. Jikalah memang lepas, terbangnya pasti sudah nun jauh di angkasa. Tak akan dia bakal kembali, karena di pikirnya terbang jauh adalah sesuatu paling menggembirakan dalam hidup.