Senja Yang Di Hadirkan
suaranya sedikit meninggi, akibat dari rindu yang sudah mulai naik ke ubun-ubunnya.
“Kita harus menikah ulang terlebih dahulu, Tuan!” jawab Senja, lalu menunduk.
“Menikah? Kita tidak pernah bercerai, Senja.” Nada Sagara mulai meninggi. “Kenapa harus menikah ulang?”
Ia mengusap wajahnya kasar, berusaha menenangkan diri, tapi justru semakin frustrasi.
Senja menatapnya, lembut tapi penuh keyakinan. “Tidak bisa begitu, Tuan. Tenangkan dirimu ... kita akan bicara besok pagi.”
Bab Populer