Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan
Bu Santi memejamkan mata, keningnya berkerut menahan sakit kepala yang hebat akibat trauma.
"Aku... aku lupa namanya," lirih Bu Santi frustrasi. "Kejadiannya sudah lama sekali... Dia sekretaris baru... Cantik, tapi matanya jahat. Dia yang datang ke rumahku, bawa surat pelepasan hak itu sambil senyum-senyum... Dia bilang aku sudah tua, nggak pantas pegang harta..."
"Sudah, Bude. Jangan dipaksa ingat," potong Nia lembut, mengusap dahi Budenya. "Nanti pusing."