Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
LATIFAH: Derita Istri yang Terbuang

LATIFAH: Derita Istri yang Terbuang

Latifah seperti mengingat-ingat sesuatu, dan menjawab, “Kayaknya sama deh dengan saya, Akhi. Belum jelas tadi hendak berdoa apa? Ya, cuman sekedar permainan saja, Akhi.” "Hm, benar,” jawab Zoelva. “Sebenarnya, mitos sejenis ada dua tempat di Jogja ini, Mbak. Yang satu lagi adalah di kompleks pemakaman raja-raja Mataram Imogiri, di daerah Bantul.” "Oh ya? Mitos gimana kalau yang sana?”
107.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 240 kali sebagai cerita silat jawa mataram
Baca
+Pustaka
DARAH SEPASANG

DARAH SEPASANG

Ditengah perjalanan, teringat sosok yang aku lihat dirumahnya. Aku mencoba mencerna bahasa bibir dari sosok tersebut. Samar, tapi aku mengingatnya dengan jelas. "Saiki aku ngewangi Rahmat, sesok mati gantian Rahmat ngewangi aku." Mungkin, seperti itu yang dia ucapkan. Tapi, aku tak mengerti arti dari kata tersebut! "Mang Cipto, Mamang mengerti bahasa Jawa?" "Lah, mengerti Non. Mang Cipto sama Bi Sri kan memang dari jawa!"
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 211 kali sebagai cerita silat jawa mataram
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta yang Mematikan

Jerat Cinta yang Mematikan

ucap Rubby berusaha untuk melindungi diri. "Aku menemukannya!" pekik Betty senang dan menghentikan larinya lalu berbalik menatap dua pria yang mengejarnya, "Kau ingin mencobanya?" tanya Betty dan mendekatkan alat itu pada perut pria di hadapannya. Seketika pria itu terkejut dan terlonjak mundur. Betty menatap alat di tangannya tidak percaya, "Ini menakjubkan!"
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai cerita silat jawa mataram
Baca
+Pustaka
LEGENDA PENDEKAR MABUK

LEGENDA PENDEKAR MABUK

seru lelaki berkumis tebal yang jadi lawan Citrawati sambil memainkan jurus pedang yang lumayan berbahaya. "Oh, rupanya aku punya hutang padamu, tapi aku lupa!" cibir Citrawati yang gerakan jurusnya meliuk indah dibantu dua pedang di genggamannya. "Kau telah membunuh kakak seperguruanku!" Dulu ketika pertama kali turun gunung, Citrawati telah menorehkan namanya di dunia persilatan. Banyak tokoh golongan hitam yang dikalahkannya.
1032.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai cerita silat jawa mataram
Baca
+Pustaka
Senja di Matamu

Senja di Matamu

Tania, putri PT. Kaito, sedang beristirahat selama dua hari di kediaman keluarganya untuk memulihkan dirinya. Dia menunggang kuda kesayangannya melintasi padang rumput, merasa segar dan penuh energi. Di lereng bukit, dia menarik kendali dan berteriak, "Baiklah! Aku siap!" "Cobaan apapun, silakan!"
23.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 830 kali sebagai cerita silat jawa mataram
Baca
+Pustaka
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

Hal itu sebagaimana lirik lagu yang berbunyi: Laju sepeda kumbang di jalan berlubang Selalu begitu dari dulu waktu jaman Jepang Terkejut dia waktu mau masuk pintu gerbang Banyak polisi bawa senjata berwajah garang Bapak Umar Bakri kaget apa gerangan ‘Berkelahi Pak’ jawab murid seperti jagoan Bapak Umar Bakri takut bukan kepalang Itu sepeda butut dikebut lalu cabut kalang kabut
108.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 176 kali sebagai cerita silat jawa mataram
Baca
+Pustaka
Pertalian Sejak Kecil

Pertalian Sejak Kecil

"Wilia itu cantik, dan sering tampil di panggung, pasti nggak kurang orang yang mengejarnya ...." "Pacaran juga wajar 'kan? Tadi aku sempat lihat, di bawah syalnya bahkan ada bekas cupang." Menyadari ucapannya sendiri kurang pantas, dia berhenti sejenak, lalu berkata dengan nada malu-malu, "Mungkin sifat anak seni memang berbeda. Yang jurusan lukis seperti aku biasanya pendiam, sementara anak tari itu lebih terbuka mungkin ...."
5.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 161 kali sebagai cerita silat jawa mataram
Baca
+Pustaka
Kamu Akhirku, Berbalut Komedi Romantis-Tragis

Kamu Akhirku, Berbalut Komedi Romantis-Tragis

Rio bergumam sebagai jawaban namun kedua matanya tetap terpejam. Sila berusaha menuntun cowok itu hingga sampai ke sofa, beberapa kali Sila hampir limbung karena cowok itu terlalu berat baginya. Ia melepas sepatu Rio, melonggarkan ikat pinggang dan membuka dua kancing kemeja atas. Tidak sia-sia Sila ikut PMR waktu SMP dulu, dia jadi tau cara pertolongan pertama.
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai cerita silat jawa mataram
Baca
+Pustaka
DENDAM LELUHUR DI TANAH JAWA

DENDAM LELUHUR DI TANAH JAWA

Kok ibu ikut? Deni yang ikut menyidukan nasi mengangkat bahunya. "Yo mboh... Koncomu iku lhoo, pesugihan karo siluman monyet." (Ya ngga tau... Temenmu itu lho, pesugihan sama siluman monyet.) "Astagfirullah. Ndasmu ojo sembarangan to." Tegur Agam sedikit kesal. (Astagfirullah, mulutmu jangan sembarangan dong.)
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai cerita silat jawa mataram
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status