Setiap Momen adalah Kamu
“Percaya sama aku, Don. Kamu tahu, aku berulang kali jatuh. Aku terluka pada tempat yang sama. Aku yang merasakan sakitnya sendiri. Aku sudah berjanji pada diriku, tidak ada kesempatan kedua pada kepahitan, Don.”
“Oke, aku berharap kalimat itu bisa terus menjagamu. Jujur sampai saat ini pun, aku selalu mengkhawatirkanmu, Indah. Aku justru takut pada kebaikan hatimu, kehadiranmu pada siapa pun.”
Indah menggenggam tangan sahabatnya itu, menenangkan.
“Don, aku sudah Indah yang berbeda. Kita sudah tumbuh dengan berbagai macam kisah pahit. Setidaknya aku tidak terlalu bodoh untuk melewatkan seluruh pelajaran berharga dari semua masalah itu.”
인기 회차