Pernikahan Sandiwara
Laki-laki berpostur tubuh tinggi, dengan sweater putih yang ia kenakan, melangkah berlalu meninggalkan Shaila, tanpa menoleh lagi, ia terus berlalu, semakin menjauh hingga hanya bayangan dan menghilang.
"Tuhan, kenapa ini harus terjadi? Lebih baik aku memilih mati sebelum pernikahan itu. Seharusnya aku memilih mundur, meski bertemankan sepi, jika tahu akhirnya akan terjerumus dalam pernikahan seperti ini."
Hatinya bergemuruh, darah seakan berhenti mengalir. Detak jantung seperti tak lagi berdenyut. Tak tahu harus lari kemana. Shaila hanya bisa terisak. Air mata mengalir deras.
Hot Chapters