Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Diantara Dua Cincin

Diantara Dua Cincin

Kamar kecil itu terasa dingin dan asing, tetapi entah kenapa jauh lebih menenangkan daripada harus berbagi ruangan dengan Raka. Tidak ada suara napas suaminya. Tidak ada aroma parfum yang selama ini melekat di bantal. Tidak ada lagi ruang untuk berpura-pura bahwa pernikahan mereka masih baik-baik saja. Nadira mengunci pintu dari dalam. Beberapa menit kemudian, ketukan terdengar. Tok. Tok. Tok. “Dira.” Nadira memejamkan mata. “Dira, buka pintunya.”
148 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5 kali sebagai cermin diri
Baca
+Pustaka
MASTER ALKEMIS

MASTER ALKEMIS

Dua bulan pun berlalu perlahan. Di puncak Gunung Cermin, di dalam satu-satunya lubang spiritual dengan kepadatan energi spiritual dua ribu kali lipat, sebuah singgasana teratai emas tampak berada di sana. Ukurannya kira-kira setara dengan teratai biasa, namun cahaya emasnya menerangi seluruh lubang spiritual hingga berkilauan.
9.962.3K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai cermin diri
Baca
+Pustaka
Cerai pura pura

Cerai pura pura

Sebulan kemudian, Wonosari memiliki udara yang berbeda. Lebih dingin, lebih kering, dan bagi Santi, lebih sepi. Santi berdiri di depan cermin kamar mandi paviliun kecil yang ia sewa—letaknya hanya beda dua blok dari rumah Hesti. Ia merapikan seragam Khaki P3K barunya. Lencana Korpri tersemat di dada kiri, nametag **SUSANTI AYU, S.Pd** di dada kanan.
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai cermin diri
Baca
+Pustaka
Tawanan Hasrat Lima Manusia Binatang

Tawanan Hasrat Lima Manusia Binatang

Malam itu, Wilderheim seolah ikut menahan napas. Di dalam kamar batunya yang hanya diterangi oleh temaram obor lemak hewan, Elara berdiri mematung di depan satu-satunya benda yang menghubungkannya dengan masa lalu: Cermin Obsidian. Permukaannya yang hitam pekat tetap dingin dan diam, namun seolah-olah menyimpan ribuan rahasia di balik kedalamannya yang hampa.
104.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai cermin diri
Baca
+Pustaka
PEMBALASAN DENDAM SANG DEWA DARI JURANG NAGA HITAM

PEMBALASAN DENDAM SANG DEWA DARI JURANG NAGA HITAM

Di ujungnya berdiri Cermin Takdir, cermin terbesar, berbingkai tulang naga dan batu mata berkilauan. He Sanming berhenti bersamanya. “Cermin ini… tidak menampakkan masa lalu, atau dirimu. Tapi… pilihan yang belum kau buat.” Li Yuan menatap pantulan kosongnya. Perlahan, dua gambar muncul dari dalam cermin. Satu sisi: dirinya duduk di atas takhta naga, dunia berlutut di depannya. Tapi mata itu... kosong, kesepian, tanpa cahaya.
107.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 274 kali sebagai cermin diri
Baca
+Pustaka
Pemilik Kitab Seribu Bayangan

Pemilik Kitab Seribu Bayangan

Begitu menyentuh lantai marmer ruang cermin, hawa dingin merambat sampai ke tulang. Di tengah ruangan, berdiri sebuah cermin oval sebesar pintu gerbang, dengan permukaan seperti air tenang berkilau ungu. Lian Tian berbalik pada Han Mo. “Han Mo. Aku ingin kau menjadi orang pertama yang masuk ke Cermin Jiwa Asal. Aku ingin memastikan kepercayaan kita saling utuh.” Han Mo terkejut, tapi hanya sejenak. “Tentu, Tuan Muda.”
107.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 304 kali sebagai cermin diri
Baca
+Pustaka
Kaisar, Jangan Meminta Lebih

Kaisar, Jangan Meminta Lebih

bisiknya, suaranya mengandung kemenangan yang mengerikan, “dia sepenuhnya milik cermin. Dan aku... tidak perlu lagi menahannya.” Ia berbalik, menghadap cermin sepenuhnya, mengangkat kedua tangannya. Pasir di lantai berkumpul, membentuk pola-pola rumit di sekelilingnya. “Aku hanya perlu mengarahkan.” “Kau tidak bisa melakukan apa pun,” balas Ren sembari mengangkat kedua tangannya dan menyalakan api Vermilion nya.
1013.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 478 kali sebagai cermin diri
Baca
+Pustaka
Fantarna

Fantarna

Sepertinya digunakan untuk hiasan acara sekolah. “Hei, kurasa kita menemukan beberapa cermin,” seru Karmin menatap bayangannya di CD DVD yang belakangnya bewarna biru dan ada tulisannya, seperti album lagu. Lalu tiba-tiba berubah menjadi merah. Para Auru mendekati kotak itu dan mengambi cerminnya. Kecuali Taffie dan Ivorya, mereka sudah mempunyai cermin genggang. Falfayria yang tengah memandangi mereka menunduk dan menoleh ke arah Danil yang sedang bersedekap—kesal. Ia lalu beranjak untuk mendekatinya. “Kau tahu mungkin aku bisa berharap untuk kembali mengunjungi Bumi lagi,” katanya.
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai cermin diri
Baca
+Pustaka
Penguasa Pedang

Penguasa Pedang

img:first-child]:pt-0 *:[img:first-child]:rounded-t-xl *:[img:last-child]:rounded-b-xl shadow rounded-md ring-1 ring-foreground/20 fix-size fix-edge chapter-theme" data-slot="card" data-size="default" data-variant="default"> "Dia benar, sebaiknya kau jangan menyentuh Cermin Api Agung miliknya, kalau tidak Akademi Bela Diri Abadi tidak akan punya siapa pun untuk menghadapimu!"
1014.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 456 kali sebagai cermin diri
Baca
+Pustaka
Sudut gelap di rumah tua

Sudut gelap di rumah tua

Cermin Kebenaran ditempatkan di tengah altar, memancarkan cahaya yang samar namun kuat. Ny. Sari memimpin mereka dalam doa dan mantera, dengan suara yang tenang namun penuh kekuatan. "Kita akan melindungi rumah ini dan mengusir semua energi gelap. Bersama-sama, kita bisa melakukannya."
101.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai cermin diri
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status