DOSEN KILLER: Skripsi Berbuah Cinta
"Mereka semua datang ke sini karena ingin melihat Fen De Light, bukan murni karena tulisanku."
Mas Jefri memegang kedua bahuku, memaksaku menatap matanya. "Erika... dengarkan saya. Kamu adalah penulisnya. Ide cerita ini milikmu. Bagaimanapun juga, mereka membeli buku itu karena ceritanya menyentuh hati mereka, bukan hanya karena sampulnya bagus. Jangan rendah diri."
Aku mencoba tersenyum, meski ada sedikit rasa iri yang menyelusup di hatiku. "Iya, Mas..."