Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Konten Marriage

Konten Marriage

Dia berhasil berdiri memegang sandaran kursi Bayu dan penumpang di depan. Tiba-tiba guncangan berhenti. Lampu yang berkedip liar menyala redup. Penumpang berterima kasih pada Tuhan dengan penuh kelegaan. Suara ping terdengar dan pemberitahuan jika tadi mereka memasuki awan badai memberi petunjuk alasan terjadi insiden tadi. Aira dan Bayu melepas pelukan mereka, saling mendorong dan mengusap badan, membuat Kai tersenyum kecil.
9.816.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 603 Beses bilang cerpen badai yang reda
Ipakita ang mga Review (58)
Read
+Library
WarmIceBoy
Terima kasih yang sudah mau membaca, semoga kalian betah. Saya akan berusaha update cepat dan meminimalis typo. Maaf jika masih banyak kekurangan. Semoga novel ini bisa menghibur. Tinggalkan saran, kritik, masukan, dan review kalian, ya. jika iklas bisa memberi diamon :) Selamat membaca~
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Basahin ang Lahat ng Review
Cinta Di Balik Tanda Tangan

Cinta Di Balik Tanda Tangan

Ia membalas pesan itu dengan satu kalimat. >Silakan. Jadwalkan sesuai prosedur. Leonard meletakkan ponsel, menatap Aluna. “Apa pun yang terjadi setelah ini...” “Kita tetap di sini,” potong Aluna lembut. “Di garis yang sama.” Leonard mengangguk. Di luar, hujan mulai reda, tanda bahwa badai memilih bentuk lain. Hujan benar-benar berhenti menjelang siang. Jalanan masih basah, memantulkan cahaya seperti kaca yang baru dibersihkan jernih, tapi licin jika dilangkahi tanpa hati-hati.
1.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 33 Beses bilang cerpen badai yang reda
Read
+Library
PENGENDALI ANGIN PETIR

PENGENDALI ANGIN PETIR

Namun, beberapa langkah lagi menuju ujung, tiba-tiba bertiup angin sangat kencang dan dahsyat bagaikan badai yang menghempas Bayu agar kembali ke dalam hutan. Secara refleks Bayu mendekap pohon terdekat agar tubuhnya tak terbawa angin. Lalu kembali dia mengendalikan badai angin yang sedang menggulungnya. Yang tadinya mendorong agar dia masuk kembali ke hutan, dibuat menjadi sebaliknya. Yaitu melontarkan dia ke luar hutan. Setelah berhasil ke luar dari hutan itu, barulah suasana terasa tenang. Langit teras terlihat jelas. Waktu di dalam hutan tadi serasa malam hari. Bayu menarik napas lega.
1012.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 249 Beses bilang cerpen badai yang reda
Read
+Library
Senandung Sunyi Mia di Tengah Badai

Senandung Sunyi Mia di Tengah Badai

Ia meraung, “Orang-orang itu menyeretku kembali ke pabrik percetakan, memasukkanku ke dalam mesin, dan menyiksaku berulang kali! Mereka bahkan menggunakan mesin untuk meniupkan udara ke dalam mulutku…” Orang-orang itu tertawa, berkata bahwa dia suka menyombongkan diri, jadi mereka akan “membesarkannya” seperti balon. Mereka tidak mendengarkan permohonannya, tidak peduli pada jeritannya. Mata Ella tampak kosong saat dia berkata dengan suara lemah, “Mereka terus meniup dan meniup hingga pembuluh darahku pecah. Darah menyembur keluar, dan tubuhku membengkak. Sampai akhirnya, darahku mengering dan berubah menjadi tinta merah untuk buku-buku di pabrik percetakan…”
102.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 75 Beses bilang cerpen badai yang reda
Read
+Library
Cinta yang Telah Kandas

Cinta yang Telah Kandas

Meski hidup susah, bersama orang yang kucintai membuat semuanya terasa cukup. Sekarang, setelah melewati masa-masa sulit, hati seseorang telah berubah. Aku menarik napas dalam-dalam menahan rasa perih di hati. Kucoba menuliskan pesan, menghapusnya, dan menuliskannya lagi, hingga akhirnya hanya ada satu kalimat yang kukirim. [ Nathan, kita cerai saja. ] .... Nathan pulang saat senja menjelang. Sebelum dia sempat bicara, aku langsung bertanya, "Sudah melihat pesannya?"
11.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 335 Beses bilang cerpen badai yang reda
Read
+Library
Jodoh Malaikat Pelindung

Jodoh Malaikat Pelindung

desis Sasa tiba-tiba menghentikan langkahnya di tengah-tengah taman. Sebuah payung dibawa Badai untuk melindungi Sasa dari air hujan. Ia pikir inilah saat yang tepat untuk bertemu dan mengobrol, berharap Sasa mau bicara dengannya. "Mohon ijin, kamu baru sembuh, jangan malah ujan-ujanan," kata Badai tersenyum sangat tampan. "Ujan lebih pengertian sama aku, dia tau gimana sakit dan sendunya hatiku saat ini. Beda sama badai yang dateng cuma buat bikin hancur semuanya," sindir Sasa telak.
103.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 97 Beses bilang cerpen badai yang reda
Read
+Library
Luka di Ujung Senja

Luka di Ujung Senja

Ia teringat masa-masa ketika suara hujan membuatnya cemas—takut kenangan ikut turun bersamanya. Sekarang tidak lagi. Sekarang hujan terasa seperti latar belakang, bukan ancaman. Rendra berdiri di sampingnya. “Kamu kelihatan tenang akhir-akhir ini.” “Aku capek,” jawab Anggi jujur. “Tapi bukan capek takut. Capek tumbuh.” Rendra tersenyum. “Itu capek yang bagus.” Beberapa hari kemudian, ada acara kecil di sekolah: pameran karya murid.
2.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 92 Beses bilang cerpen badai yang reda
Read
+Library
Boneka Beruang: Evolusi Sang Iblis Terkutuk

Boneka Beruang: Evolusi Sang Iblis Terkutuk

Lukanya belum sembuh sempurna, karena itulah masih terasa sakit saat tubuhnya bekerja keras agar selama dari terpaan badai. Jyu pun mengerang kesakitan, meskipun teriakannya sama sekali tak terdengar oleh Taffie dan Sizhi. Keduanya hanya bisa fokus ke keselamatan diri masing-masing. Setelah berjuang mati-matian, akhirnya badai mulai mereda. Jyu, Taffie, dan Sizhi bisa bernafas lega. Kini otot mereka mulai rileks lagi, setelah dipaksa menegang hingga nyaris putus.
549 viewsOngoingIdinagdag sa Library 16 Beses bilang cerpen badai yang reda
Read
+Library
Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

teriak ibuku dengan suara parau dari belakang. Rangga sempat ingin mengejarku, tetapi akhirnya langkahnya terhenti. Dia menatap punggungku yang menjauh dengan penuh ketegasan dan akhirnya dia pun menyadari satu hal. Ada orang-orang yang sekali saja kamu lepaskan, maka mereka tidak akan pernah bisa kamu temukan kembali. Dua tahun sudah aku tinggal di Kota Banger. Malam ini, tepat di malam pergantian tahun, hujan turun dengan sangat deras.
2.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 64 Beses bilang cerpen badai yang reda
Read
+Library
Red in Us

Red in Us

Tapi tentu rasanya aneh sekali hamil dengan sahabatnya sendiri. Rabu kemudian tertawa terbahak-bahak. Dia baru paham perasaan Katha saat ini. Lantas tanpa kata, dia memeluk Katha dan menggumamkan betapa dia sangat bahagia saat ini. “Ternyata emang setelah badai ada matahari,” ujarnya. Katha hanya mendengkus, tapi kemudian tertawa. “Ngomong-ngomong kita belum berterima kasih sama Langit dan Rendra. Mereka sampai harus dirawat juga,” ujarnya.
1018.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 738 Beses bilang cerpen badai yang reda
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status