SUAMIKU MATI DI TANGANKU
“Dalam pikiran keluarga, teman atau orang-orang yang mengenalku, aku adalah istri Jodi. Seorang istri wajar ikut suami. Bahkan, tanteku sering menelepon, tapi Jodi memaksaku untuk mendustai mereka dengan keadaanku.”
“Mengapa kamu tidak jujur saja. Katakan yang sebenarnya agar tantemu bisa menghubungi polisi,” timpalku dengan nada yang geram.
“Sayangnya tidak semudah itu, Jana. Jodi selalu memiliki ancaman yang menakutkan jika aku melakukan itu.”
“Astaga. Ini rumit! Dasar criminal.”
“Sangat rumit, Jana. Bahkan, salah satu dari kita telah mengakhiri hidupnya.”