Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pembantu Pemuas Nafsu Sang Majikan

Pembantu Pemuas Nafsu Sang Majikan

ujar Jason sembari menarikkan kursi untuk Ariana. Setelah hidangan penutup disajikan, Jason mengeluarkan sebuah kotak beludru hitam dari saku celananya. Dia membukanya dan menampakkan sebuah kalung dengan liontin berlian biru langka yang berkilauan indah di bawah cahaya lentera. Berlian itu berwarna sedalam samudra di sekeliling mereka. “Berlian biru ini melambangkan ketenangan setelah badai,” ucap Jason dengan nada yang sangat serius. Ia berdiri dan melingkarkan kalung itu di leher Ariana.
10310.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 8.1K Beses bilang cerulean blue
Read
+Library
Dicampakkan Setelah Malam Pertama

Dicampakkan Setelah Malam Pertama

Sambutan Gema terdengar ramah. “Maaf karena membuat kalian harus datang pagi-pagi sekali.” Gema memulai. “Ini adalah beberapa perhiasan yang akan kamu kenakan saat pemotretan nanti.” Gema membuka kotak perhiasan mewah dan perhiasan bertahtakan berlian biru keabuan segera tampak berkilauan. “Roque Glacio memiliki ciri khasnya dengan berlian biru keabuannya. Karena itu kenapa perusahaan perhiasan ini diberikan nama Roque Glacio sesuai dengan cirinya.”
8.8154.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 5.0K Beses bilang cerulean blue
Read
+Library
Sang Kekasih Berambut Merah

Sang Kekasih Berambut Merah

Mata seperti kristal zamrud itu memindai melintasi ruang atap yang sangat besar dan memperhatikan perpaduan halus dari berbagai warna biru. Bahkan para tamu berbaju biru. Ada kobalt, lapis, berry, biru, dan admiral yang semuanya dicampur dengan jumlah perak, emas, dan putih yang berbeda. Dia mendongak dan bingung melihat langit yang gelap seperti cat paling hitam dengan miliaran bintang yang berkelap-kelip. Rasanya seperti seseorang telah menumpahkan bak penuh glitter di atas kanvas hitam. Bibir kemerahan itu terbuka sedikit karena kagum.
1.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 25 Beses bilang cerulean blue
Read
+Library
Lembah Awan Berkabut

Lembah Awan Berkabut

Kehangatan yang menyelimuti mereka begitu nyata, begitu menenangkan, hingga terasa seperti mimpi. Matanya perlahan-lahan menyesuaikan diri dengan cahaya biru lembut yang memenuhi gua. Ini bukanlah gua biasa yang gelap dan lembab. Langit-langitnya berkilauan seperti langit malam, dihiasi oleh ratusan kristal biru yang berdenyut dengan cahaya magis. Udara di dalamnya begitu murni dan dipenuhi oleh energi yang begitu padat, hingga Ling Yue bisa merasakannya di kulitnya—sebuah tekanan lembut namun kuat yang membuat setiap sel di tubuhnya terasa hidup.
1.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 40 Beses bilang cerulean blue
Read
+Library
The Blue Eyes

The Blue Eyes

Aku mengalihkan pandangan kembali pada Viana yang menatap dengan sepasang mata beriris biru yang berkaca-kaca. Aku mendekapnya kembali dan mengecup puncak kepalanya yang beraroma cendana. Kegelapan di sekeliling kian pekat dan aku merasa dekapan melonggar hingga akhirnya benar-benar sadar bila dirinya telah menghilang.
95.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 220 Beses bilang cerulean blue
Read
+Library
Bunga Biru

Bunga Biru

Ia berhenti sejenak di puncak. Laut terbentang luas di hadapannya, berwarna biru pucat yang perlahan berubah terang saat matahari naik lebih tinggi. Permukaan air tampak tenang, hanya sesekali terpecah oleh gelombang kecil yang bergerak menuju batu-batu di bawah tebing. Evelune menarik napas panjang. Tempat ini masih sama. Namun pagi ini terasa sedikit berbeda.
10512 viewsOngoingIdinagdag sa Library 18 Beses bilang cerulean blue
Read
+Library
Istri Presdir yang Hilang

Istri Presdir yang Hilang

"Kalau begitu, tidak salah lagi. Itu pasti kupu-kupu langka dari Oregon. Namanya Leona's Little Blue." Wanita itu berkedip-kedip menatap Sky. "Kau pintar sekali. Apakah kau pernah melihatnya langsung?" Sky menggeleng. "Tidak, Nyonya. Aku pernah melihatnya di majalah. Mama yang membacakannya untukku. Kupu-kupu itu jumlahnya sudah tidak banyak. Dia langka. Aku takut sekali kalau dia punah karena warnanya sangat cantik. Putih kebiru-biruan, persis seperti warna brosmu. Keponakanmu baik sekali menghadiahkan sesuatu yang sespesial itu."
9.723.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 693 Beses bilang cerulean blue
Read
+Library
Blue Flame

Blue Flame

Tak terbaca, seperti patung marmer yang dipahat sempurna. Kulitnya pucat, putih seperti salju. Namun bukan dingin yang ia rasakan saat menatapnya. Melainkan matanya, Sepasang mata biru tenang, damai, aneh tapi menenangkan. Seperti langit musim semi di pagi hari. Ada kehangatan di tatapannya, kontras tajam dengan aura misterius dingin yang menyelimutinya. Namun pandangan Rohana perlahan turun ke sesuatu di lehernya. Dan napasnya langsung tercekat.
653 viewsOngoingIdinagdag sa Library 17 Beses bilang cerulean blue
Read
+Library
Kehidupan Ketiga Sang Villainess

Kehidupan Ketiga Sang Villainess

Ia menuangkan darah Aurelia ke dalam sebuah kuali besar yang berisi cairan dasar Elixir berwarna biru laut. Saat tetesan darah itu menyentuh cairan biru, sebuah reaksi ajaib terjadi. Srrtttt... Blup! Tidak ada ledakan. Cairan di dalam kuali itu berputar sendiri, berubah warna dari biru menjadi perak cair yang berkilauan indah. Uap yang keluar dari kuali itu tidak berbau obat, melainkan beraroma mawar segar dan hujan musim semi. Suasana laboratorium yang tadinya suram dan lembap seketika terasa ringan dan penuh harapan.
1.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 42 Beses bilang cerulean blue
Read
+Library
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status