Pesona Panas Sang CEO
batinnyaJadi, Anessa pun memutuskan untuk keluar dari rutinitasnya sejenak.
Ia butuh udara segar, tempat yang tidak mengingatkannya pada kantor atau hubungan masa lalunya. Itu sebabnya ia memilih bekerja di kafe favoritnya.Suara barista yang ramah, aroma kopi yang menyegarkan, dan suara keyboard yang mengetik dari pelanggan lain sedikit banyak membantunya merasa lebih ringan. Setidaknya, untuk sementara.Namun, ketenangannya terusik ketika seorang pria masuk ke dalam kafe. Anessa yang awalnya fokus pada laptopnya, tanpa sadar menoleh.Pakaian pria itu rapi dan berkelas, dengan stelan jas mahal yang membingkai tubuhnya dengan sempurna. Tatapan matanya tajam, penuh percaya diri. Ia membawa aura
Sikat na Kabanata