BENALU
ucapku, berharap meminta keringanan lagi.
“Bukan urusan saya, mau dapat kerjaan, mau nganggur, pokoknya bayar hutang, sesuai perjanjian,” sungut Mak Wesi. Aku hanya bisa terdiam.
“Eh, jangan teriak-teriak Mak Wesi! Angga ngomongnya pelan lo. Bulan depan Angga gajian pasti langsung di bayar,” tandas Ibu. Kuelus dadaku, mengatur detak jantung yang ingin melompat dari tempatnya.
Bab Populer