Khair dan Khaira
“Kesucian wanita ada pada izzah, iffah dan muru’ah-nya, bukan pada sehelai selaput yang bahkan kondisinya berbeda-beda pada setiap wanita.”
Khair mengangguk-anggukan kepala. Khaira menatapnya sambil memicingkan mata. Bagi dia, Khair masih di bawah umur untuk mendengarkan penjelasan tentang hal dewasa semacamitu. Lupa dia, Khair juga sudah dewasa.
“Tanpa adanya hasil tes himen pun, kamu adalah perempuan yang suci di mata saya, Khaira. Kamu tidak kotor, kamu tidak hina, kamu tidak tercela ....”
Hot Chapters