SHANIA
Ia menundukkan kepalanya takzim dan menyampaikan betapa dia merasa sangat tersanjung.
"Tidakkah menurut Anda, akan menyenangkan jika kita berkuda bersama, Nyonya?" ajak sang Tuan. Shania sedikit membelalakkan mata, namun kemudian mengangguk mengiakan. Dia yang sebenarnya tak sabar ingin membicarakan perihal Anton dan Bianca terpaksa bersabar untuk sesaat. Sang Tuan lalu mengajaknya pergi menuju arena berkuda, mengambil seekor kuda putih bernama Juliette, dan menyerahkannya pada Shania. Sementara dia sendiri memilih seekor kuda hitam yang sedikit lebih gagah, yang dia panggil Apollo, untuk dia kendarai sendiri.
Hot Chapters