Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aku Bukan Pilihannya

Aku Bukan Pilihannya

Dirinyalah yang memilih menyelamatkan Selly lebih dulu, hingga aku terlambat ditangani dan akhirnya menjadi sulit untuk hamil. Aku masih ingat. Setelah kecelakaan itu, aku terjepit di kursi mobil. Logam tajam menusuk perutku, darah hangat mengalir turun sepanjang pahaku. Nathan berhasil keluar lebih dulu. Dia melihatku penuh luka dan kesakitan. Namun, setelah ragu sejenak, dia malah berkata pelan padaku, “Luka Selly lebih parah darimu. Aku bakal menyelamatkannya lebih dulu, baru kembali menolongmu!”
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai choose or die
Baca
+Pustaka
Hati Yang Terpilih

Hati Yang Terpilih

lirih Nazwa. “Jadi … Kamu memilih Kafka?”
6.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai choose or die
Baca
+Pustaka
Bisikan Kematian

Bisikan Kematian

jawab Sopyan singkat. Aku masih bisa mendengar semua ucapan mereka, hanya saja tidak bisa berbicara bebas. Tidak lama ikatan di kaki dan tanganku dilepas. Lalu disodorkan minuman yang diracik oleh Abah. Aku meminumnya, dari kakiku mengeluarkan cairan hitam dan berbau busuk yang sangat menyengat. "Ini adalah susuk kematian, agar raga kamu bisa diambil alih. Ini ditaruh di pintu-pintu. Kedatanganmu memang sudah ditunggu lama oleh mereka." Umi menerangkan dengan jelas.
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai choose or die
Baca
+Pustaka
Dead&Queen

Dead&Queen

“Apa kamu bener-bener pilih aku… walaupun artinya kamu harus melawan keluarga kamu sendiri?” Gio meraih wajah Alma dengan kedua tangannya, menatap tepat ke matanya. “Alma… aku pilih kamu. Aku akan selalu pilih kamu. Dan kalau aku harus berjuang sendirian buat itu… aku siap.”
1.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai choose or die
Baca
+Pustaka
Humming of Death

Humming of Death

gumamnya dingin. Anak-anak yang menolak, yang berani melawan, mati dengan alasan yang dibuat-buat. Menandatangani kontrak dengan Garrett sama saja dengan menandatangani surat kematian. Piero meremas lembaran terakhir dengan erat, rahangnya mengeras. "Kalau begitu, permainan ini harus kumainkan dengan caraku." ***
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai choose or die
Baca
+Pustaka
Memilihmu di Kesempatan Kedua

Memilihmu di Kesempatan Kedua

Kesal pada perasaan terpojok yang tak bisa ia jelaskan. “Aku tidak peduli apa kata mereka," kata Rafael. Nada suaranya penuh tekad. Citra mengangkat mata perlahan. "Rafael...” “Aku capek semua orang merasa bisa menentukan hidupku.” Rafael melangkah mendekat satu langkah. “Kalau aku memilih seseorang, itu urusanku.” Citra menahan napas. Kalimat itu datang lebih cepat dari perkiraannya. “Jadi...?”
105.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai choose or die
Baca
+Pustaka
Terperangkap Dalam Pilihan Yang Salah

Terperangkap Dalam Pilihan Yang Salah

Ada keputusan yang justru lebih mudah diikuti setelah dibuat. Ia meraih jaketnya, menyampirkannya ke bahu. “Gue nggak perlu buru-buru,” gumamnya dalam hati, “Yang penting… gue tahu lo di mana.” Di kota yang sama, satu keputusan sedang dibuat, dan di tempat lain, seseorang memilih untuk tetap diam.
631 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai choose or die
Baca
+Pustaka
Aku Memilihmu

Aku Memilihmu

Namun hanya beberapa orang yang mengikutinya, 5 orang yang merasa ada hal aneh pada Aldira tidak mau mengikutinya. "Kalian ngapain?" tanya Aldira. "Kami gak mau ngikutin orang aneh!" seru mereka. "Astaga cepat ke sini!" perintah Aldira. Tanpa banyak waktu lagi tiba-tiba ada banyak sekali percikan darah yang bersebaran di dinding, pintu dan lantai. Ke lima orang tersebut langsung meninggal di tempat, tubuh mereka terkena gerinda yang berterbangan dari bawah ke arah atas dan bawah tempat alat bedah itu.
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai choose or die
Baca
+Pustaka
Menghadapi Kematian di Depan Mata

Menghadapi Kematian di Depan Mata

"Walaupun kamu pasti mati, pelakunya adalah pemabuk itu. Aku? Aku cuma seorang bibi yang sayang sama keponakannya. Apa hubungannya sama aku?" "Kematianmu cuma kecelakaan. Salahmu sendiri terlalu manja. Kalau ingin menyalahkan seseorang, salahkan dirimu yang nggak tahan sakit sampai minta obat pereda nyeri! Setelah kamu mati, rumah ini sepenuhnya milik Hilda! Nggak ada lagi yang menghalanginya!" Bibiku benar-benar ingin membunuhku demi Hilda! Dia bahkan berani mengatakannya dengan terang-terangan! Aku menatapnya dengan terkejut.
8.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 265 kali sebagai choose or die
Baca
+Pustaka
Pick You!

Pick You!

"Brilliant" "Lebay kamu" "Oke sekarang Nabilah tanya lagi. Buku atau novel apa favorit kakak?" "CURSOR OF DEATH. Itu cerita horror sih, tapi kakak suka. Diksinya gak macem-macem dan penyederhanaan nya sempurna. ELLE MAN penulis favorit kakak juga. Buku-buku nya gak ada yang gagal. Kalo kamu?"
105.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai choose or die
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status