BUKAN MEMPELAI IMPIAN
"Udah, Key. Gak usah nanya. Nanti kamu juga ketemu sendiri dua minggu lagi. Jangan sampai Liam salah paham gara-gara WA itu."
Suasana seketika cair oleh tawa kecil Najla, tapi Liam tetap kelihatan salah tingkah. Ujung telinganya merah, tangannya meremas pahanya sendiri. Keya menunduk, pura-pura memainkan ujung hijabnya.
Pak Chandra berdiri, menepuk tangan. "Sudah malam. Kita pulang dulu. Naj, ayo."
"Iya, Pak." Najla bangkit, lalu menoleh ke Keya. "Ingat, dua minggu lagi ya. Aku tunggu. Jangan alasan."
Bab Populer