Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
CINTAKU TERGADAI

CINTAKU TERGADAI

sahut Jovan dengan wajah kikuk. "Aku masuk dulu ya Edo, sebentar lagi dosenku masuk. Kamu juga, cepat ke kampus, nanti kamu telat loh," ucapku sambil mengecup bibir Edo, tanpa rencana. Aku pergi meninggalkan kedua lelaki brengsek itu, tetapi, lucu juga bila aku lihat ekspresi Edo dan Jovan tadi, saat aku mencium bibir Edo.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai cicit
Baca
+Pustaka
Munajat Perawan Tua

Munajat Perawan Tua

ucap Citra terlihat begitu antusias. "Heuh. Maafkan putriku, Nona. Citra memang terlalu bersemangat untuk banyak hal. Selamat datang di Petrokimia, Nona Dyah Anggita Anindyaswari dan Pak Altezza Rayyan Kafilah juga tentu Nona,"ucap Wicitra terjeda saat melihat Celine. "Celine saja, Pak,"ucap Celine. "Tidak masalah, Pak. Maafkan atas keterlambatan kami,"ucapku tersenyum kecil.
107.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 311 kali sebagai cicit
Baca
+Pustaka
CINTA DIAMBANG KEMATIAN

CINTA DIAMBANG KEMATIAN

Citra, seorang psikiatri yang pernah ia temui di rumah sakit saat kebakaran tempo hari. "Kamu Citra?" tanya Rama, suaranya nyaris berbisik. "Benar, Rama. Senang akhirnya kamu mengingatku," jawab Citra di ujung telepon "Bagaimana kamu bisa tahu tentang wanita dalam foto itu? Dan darimana kamu tahu nomorku?" tanyanya lagi tidak sabaran.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai cicit
Baca
+Pustaka
CINTA BUKAN SEPENGGAL DUSTA

CINTA BUKAN SEPENGGAL DUSTA

Mary Aram tersentak menatap petugas keamanan. "CCTV laboratorium rumah sakit menangkap insiden penganiayaan anak anda di food court." "Oh syukurlah," Mary Aram menangis terharu. "Apa email anda Nona? Aku akan mengirim rekaman itu via email, juga kepada kepala rumah sakit dan rektor anda." Mary Aram menulis alamat emailnya serta nomor ponsel Boa Moza pada secarik kertas. Suasana di luar menjadi sangat gaduh, pria berjas hitam masuk ke dalam ruang kantor.
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai cicit
Baca
+Pustaka
CINCIN TAK BERTUAN

CINCIN TAK BERTUAN

Kucubit pinggangnya agar dia melepaskan tubuh ini. "Aaww! Sakit, Zeyn," keluhnya. Tiba-tiba sebuah mobil masuk ke halaman rumah. Aku tidak mengenal mobil itu milik siapa. Plat nomor kendaraannya terasa asing bagiku. BK 8305 SWN.
109.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 290 kali sebagai cicit
Baca
+Pustaka
Cinta & Persahabatan

Cinta & Persahabatan

Kata ku sambil melotot padanya “hahaha , memang kenapa aku harus , apa salahku padamu , aku bahkan mengajakmu jalan-jalan dan selalu menjagamu selama ini.” Jawab kaka Bima dengan tawa mengerikan “kamu ngelakuin itu karena ingin mendekati Karin kan , itu artinya kamu hanya memanfaat kan ku , lalu mengajak ku jalan-jalan juga apa itu maksudnya , sebagai upah atau ingin membuat Karin cemburu sama kamu.”
105.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai cicit
Baca
+Pustaka
DIA

DIA

terang Sinta cengengesan. "Hai. Mimi sayang udah diterima uang cinta dari Pipi?" sapa Jhonny Wijayatama dengan senyum lebarnya dan kedipan mata tentunya, sembari bersandar di dinding samping meja kasir di food court samping sekolah SMU mereka. Saat ini mereka memang sedang menghadiri reuni akbar sekolah mereka. "Makasih ya Pipi," ucap Almira seraya tersenyum. Kemudian Almira membayar makanannya, dan menuju meja yang sudah di tempati Sinta bersama Jhonny.
109.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 319 kali sebagai cicit
Baca
+Pustaka
Jiwa Nyasar (Kau adalah aku)

Jiwa Nyasar (Kau adalah aku)

Ya cowok itu memarkirkan motornya tepat di sebelah motor Cici. Saat cowok itu turun, Cici cepat-cepat berjalan ke arah gerbang utama untuk masuk ke sekolah. "Ci!" panggil cowok yang membuat Cici risih. "Ngapain si Zain ngikutin gue?" gerutu Cici seraya mempercepat langkahnya. "Cirla Cinamon!" teriak Prita membuat Cici langsung berhenti di tempat. "Buset! Oh iya! Itu kan Prita. Gue lupa kalo jiwa dia nyasar ketubuh Zain!" Cici menepuk jidatnya dan segera menoleh.
1014.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 566 kali sebagai cicit
Baca
+Pustaka
Nona Hemat di Sarang Konglomerat

Nona Hemat di Sarang Konglomerat

Belum sempat dia menekan tombol, suara cempreng memekakkan telinga dari speaker langit-langit. Ngiing... Cek. "Mbak Citraaa! Denger gue nggak?" Suara Bastian. Citra mendongak lelah. "Denger, Pak. Mau tisu emas juga?" "Bukan elah! Gue liat di CCTV lo mau keluar. Nitip dong! Gue craving parah!" "Craving apa? Caviar?" "Cilor! Aci telor! Sama Maklor! Yang banyak micinnya! Jangan lupa saos sambel yang warnanya merah neon itu!"
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai cicit
Baca
+Pustaka
Cintaku 100 Hari

Cintaku 100 Hari

katanya sambil menepuk pundak Syafiq yang masih sibuk menekan-nekan layar HP. Syafiq melirik Zira sambil berseru, "Akhirnya! Gue udah mau call center minta bantuan, nih. Kak kamu lama banget kayak buffering sinyal." Zira menjitak pelan kepala adiknya sambil nyengir. "Sinyal kamu emang dasarnya lemah." Syafiq hanya nyengir sambil tetap menatap layar. "Udah ah, kalian ngobrol aja sana. Jangan di sini, nanti sinyal aku ilang lagi."
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai cicit
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status