Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Biarkan Aku Bahagia Meski Sekejap

Biarkan Aku Bahagia Meski Sekejap

Membuat Rani meringis sambil mengusap-usap pelan kepalanya yang terkena pukulan Riri. "Kepribadian ganda, gigimu itu! Ngomong kok asal jeplak aja! Apa mesti punya kepribadian ganda dulu ya, baru bisa bikin lawakan kayak tadi? Apa aku nggak boleh ngelakuin perubahan?" Riri bersungut-sungut. "Yeee, nggak usah ngegetok kepala ane pake sendok juga, kali, Mbak! Sadis amat sih jadi orang? Amat aja belum tentu sadis!" gerutu Rani.
1010.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 298 kali sebagai contoh naskah lawakan tunggal
Baca
+Pustaka
Metamorfosis Anak Yang Terlihat Bodoh

Metamorfosis Anak Yang Terlihat Bodoh

Eh tepatnya, aku rasa lebih mirip gayanya Butet Kertaradjasa! Aku jadi tertawa geli lihat banyolan Indra Kesuma, mengubah suasana serius jadi jenaka. Apalagi lihat mimik mukanya begitu lucu kulihat. Mengingatkanku tentang Mr. Bean, pelawak yang terkenal itu. Lalu, Indra Kesuma masih membanyol dengan bergaya pantomim ala Mr. Bean, mencolek-colek dengan jail, mengerjai Julbrito. Mau tidak mau, Julbrito jadi tersenyum juga dibuat Indra Kesuma ini. Aku dan Suheng tertawa terbahak-bahak. Alhasil, Julbrito tak tahan kalau tak tertawa.
9.810.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 308 kali sebagai contoh naskah lawakan tunggal
Tampilkan Ulasan (6)
Baca
+Pustaka
Laura Pohan
Cerita ini penuh inspirasi dan nilai kehidupan, kalau kita juga bisa berjuang untuk lebih baik lagi (seperti tokoh utama) walau banyak hambatan. Mengajarkan utk tidak mudah menyerah. Bagus sekali dan wajib dibaca
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Serendipity in Magnanimous

Serendipity in Magnanimous

"Dasar Jamilah!" "Apa lu Bang Toyib?!" "Cita Citata!" "Keong racun!" "Lo minta gue ajak tidur?!" "Lo minta Titan supaya Goyang Dumang?!" "HA HA HA HA HA HA HA HA HA!!!!!" Ujung-ujungnya mereka malah ngakak barengan. Dasar absurd memang. Mana ketawanya kencang banget pula. Hedeh-hedeh.
106.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai contoh naskah lawakan tunggal
Baca
+Pustaka
Will You Marry Me

Will You Marry Me

"Benar banget dari pada lo kerja di ruang sakit. Bareng suami lo wkwk nanti jadi agak ribet." "Bukan agak ribet tapi memang ribet." Mereka berdua tertawa Obrolan recehan mereka membuat yang lain juga ikutan ketawa. Ada beberapa karyawan Rama satu lift dengan ketiganya. Mereka berdua yang membuat semua orang ketawa. Sekertaris Gala diam tapi sekarang sudah tertawa terbahak-bahak. Tidak terlalu lucu tapi mereka ketawa lepas. Obrolan unfaedah bisa saja membuat ketawa terbahak-bahak. Apa lagi jika mereka menjadi pelawak dadakan. Seru banget bahkan perut mereka akan sakit karena ketawa terus-menerus.
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 156 kali sebagai contoh naskah lawakan tunggal
Baca
+Pustaka
Mantan Suami Memohon Cintaku Lagi

Mantan Suami Memohon Cintaku Lagi

“Kalau nanti Aidan Satriya bosan dan usir kamu, kabari aku ya. Aku bantu kamu debut jadi pelawak. Kayaknya kamu punya bakat.” Tina berdiri mematung, rahangnya mengeras, matanya menyipit seperti kucing yang siap mencakar. “Kamu ngeledek aku?!” Nadira hanya mengangkat alis, suaranya ringan seperti angin menyisir permukaan teh hangat. “Aku lagi muji kamu, tahu nggak? Jadi pelawak itu nggak gampang, jauh lebih susah dari sekadar kawin sama orang kaya.”
1023.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 908 kali sebagai contoh naskah lawakan tunggal
Baca
+Pustaka
Pura-Pura Rebahan

Pura-Pura Rebahan

Dia berusaha menghentikan tawa. "Sedang di gunung sampah, kenapa emangnya?" tanyaku dengan melotot garang. "Hahaa ... Aduh ... Ngapain di sini? Masa iya dari profesi penulis pemes beralih jadi pemulung cantik! Hahaa ... Gokil, gokil." Dia tak henti-hentinya menetertawaiku. "Gue sedang riset untuk cerbung baru dengan judul 'gembel cantik itu ternyata ratu.' Awas jangan dibocorin judul gue ini!" Aku mendengus kesal.
1037.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai contoh naskah lawakan tunggal
Baca
+Pustaka
Malam Tak Terlupakan Bersama Pamanmu!

Malam Tak Terlupakan Bersama Pamanmu!

Bu Alma kembali mencibirnya dari balik kacamatanya yang melorot hingga ke ujung hidung. “Nggak kok, Bu. Tadi Bapak ceritain tentang satu joke lucu, makanya saya ketawa.” “Oh! Joke apa memangnya? Ngapain bapak nyeritain joke? Bukannya bahas pekerjaan, huh!” “Ya, sekali-sekali lah, Bu! Supaya hidupnya jangan serius amat!” Darline lalu terkikik sendiri memikirkan kalimatnya sendiri.
9.6176.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.5K kali sebagai contoh naskah lawakan tunggal
Baca
+Pustaka
MENGGODA DOSEN GALAK

MENGGODA DOSEN GALAK

Buat orang kaya dan artis kita lihat bagaimana hidup kalangan atas walau ini asli halu😝😝😝😝😝. Tunggu emak kaya tujuh turunan biar emak jelaskan bagaimana rumah mereka dan makanan mewah mereka atau saat mereka ke luar negri seperti pergi boker🤣🤣🤣🤣. Puas bangat nulis part ini. Mungkin ceritanya dikemas ringan banyak komedi tapi sepertinya konsep cerita gak sederhana hehehe😅😅😅.
1019.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 424 kali sebagai contoh naskah lawakan tunggal
Baca
+Pustaka
Masih Gadis Menyusui

Masih Gadis Menyusui

Kenapa aku seceroboh ini? "Em. Maaf, hehe. Saya bercanda. Habis ustaznya lucu." Sabil berkilah. Lalu menjawil pria yang berdiri di sampingnya. "Monggo Bang. Itu acara sudah mau dimulai." Beberapa orang tertawa, sebagian lain gaduh karena dipermainkan oleh tuan rumah mereka. Berbeda dengan Halimah. Ekspresinya datar.
1030.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 813 kali sebagai contoh naskah lawakan tunggal
Baca
+Pustaka
Rahasia Nara

Rahasia Nara

tawa Kak Banua pecah membahana lalu keluar menjalar melalui speaker gawai. “Lucu ya? Padahal aku serius sekali tadi.” balasku dengan memajukan kedua bibir layaknya seekor bebek yang tengah mencari cacing tanah. “Maaf, Nara. Maaf, ya! Padahal kau kan penulis novel percintaan. Apakah sesulit itu?” “Sangat sulit, Kak Banua! Aku sudah memeras otak sejak tadi pagi. Dan hasilnya seperti tulisan anak Sekolah Dasar yang baru diajari menulis oleh guru Bahasa.”
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai contoh naskah lawakan tunggal
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status