SABDA CINTA
"Cinta--"
"Apapun yang kamu katakan, semuanya itu omong kosong. Aku sungguh muak mendengar suaramu. Apalagi dengan wajahmu. Semua yang ada pada dirimu adalah palsu. Pantas saja kamu sangat mendukungku untuk menjadi pembalap. Itu, kan, yang kamu mau. Menjadikan diriku sebagai sumber penghasilanmu. Hah! Aku benar-benar wanita bodoh karena sudah menyia-nyiakan hidupku untuk mencintai pria berengsek sepertimu. Seandainya saja waktu bisa diputar kembali," kata Cinta menggebu-gebu.
"Nggak, kamu salah. Aku juga sayang sama kamu. Hanya saja, setiap aku ingin menyentuhmu, kamu selalu menolakku. Aku ini pria normal, Cinta," ujar Farel frustrasi.