Mencintai Suami Adikku
Cintaku butuh rumah, karena ia ingin pulang setelah lama berkeliaran.
Aku menghela nafas, menundukkan wajah demi menyembunyikan kedua mata yang mulai basah. Batinku merana, tersiksa, namun semuanya harus kuteguk dalam-dalam meski jiwaku seakan telah tenggelam di dalam lautan.
“Baik, mak cik, aku paham,” lirihku dengan suara yang bergetar.