Kembali Ke Masa lalu, Merelakan Suamiku
Aku menghela napas lega, lalu tersenyum menjawab, “Tentu! Aku akan pulang.”
Malam harinya, saat aku sampai di rumah, kedua orang tua sudah menyiapkan meja makan penuh hidangan lezat.
Ibunya, seperti biasa, mengelap tangannya pada celemek sebelum memelukku erat.
“Shella, selamat datang kembali di rumah.”
Melihat kehangatan di hadapanku, mataku langsung memerah.
Kali ini, Ayah dan Ibu tidak lagi membenciku karena kematian Richard. Segalanya kembali seperti semula.