TEROR SINDEN GHAIB
Embun akhirnya membuka suara, “kalau nanti… kalau ternyata ada konsekuensi dari semua ini, kamu jangan ikut-ikutan kena. Aku yang salah.”
Aruna menoleh, menatap wajah Embun yang kali ini terlihat lebih jujur, lebih rapuh. “Kita satu tim, Bun. Konsekuensi jarang pilih-pilih,” katanya pelan. “Yang penting sekarang, kita berhenti menambah masalah.”
Embun mengangguk, menunduk. Angin kembali berdesir. Di kejauhan, suara azan magrib mulai terdengar, menggema lembut, menenangkan sekaligus mengingatkan.
Bab Populer