PENDEKAR CAMBUK HALILINTAR
Betapa ia merasa,kepalanya bagai ditindih sebatang pohon besar yang membuatnya terduduk dan sadar, bahwa ninik-ninik di hadapannya bukanlah manusia sembarangan, melainkan manusia yang berilmu sangat tinggi.
“Dengar...!”bentak Diajeng Sekar Laras lagi dengan suara seperti menggeram. “Itu hanyalah pelajaran kecil akibat berbuat kurang ajar terhadap orang tua! Orang tua seharusnya dihormati, malah aku ditertawakan dan dilecehkan! Dasar para pemuda tak punya adab! Mau jadi apa negeri ini jika dipenuhi oleh pemuda-pemuda yang berahlak sampah seperti kalian ini, heh!”