SELUMBARI
Akhirnya tangan Ara mengenai bahu Slamet, ia tersenyum puas.
”Sakit, Ra.” Slamet mengeluh.
”Makanya jangan ngagetiin!” Ara bersungut-sungut, “lagian kepo amat sih.”
Semua kembali fokus pada praktikum, tidak melanjutkan pertengkaran. Semua orang sudah melakukan praktikum, tertinggal Slamet yang belum melakukan praktikum. Eri mencatat hasil praktikum dan Ara bertugas menulis laporan praktikum secara menyeluruh. Tulisan Ara paling bagus di antara kami semeja, tidak jarang tulisannya mendapatkan pujian dari para guru karena membaca hasil tugas Ara sangat mudah. Ara mulai menulis laporan setelah melakukan praktikum bagiannya. Saat memegangi kawat nikrom di atas kompor, Slamet tiba-tiba berbicara.
Bab Populer