Ketika Takdir Menyapa
Saras menatap kosong beberapa detik, ada rasa getir di dadanya, campuran perih masa lalu dan ironinya keadaan sekarang.
Mbah Imah melanjutkan, “Intan wataknya sama persis dengan Suci, kakaknya. Sombong, suka ngatur, suka merendahkan orang, termasuk kalian dulu.”
Saras mengepalkan ujung jarinya pelan di pangkuan.
“Semesta itu lucu ya, Mbah, dulu orang-orang itu nginjek-injek kita. Sekarang, kok ya balik kena sendiri.”
Bab Populer