Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PENGGODA DI SEKOLAH ANAKKU

PENGGODA DI SEKOLAH ANAKKU

“BERANI-BERANINYA KAMU! Aku menoleh dan tersenyum lebar. Kalian cocok ternyata,” ucapku pelan penuh dengan nada sarkas. “Sama-sama murahan. Sama-sama pandai bersembunyi di balik banyak alasan, tapi ternyata berduaan di hotel.” Kulihat Mas Hanung memejam kuat, rahangnya bergemeletuk kuat seolah menahan diri dari amarah. “Lisa, dengar ... ini nggak kayak yang kamu pikirkan—”
105.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 227 kali sebagai contoh majas ironi sinisme sarkasme
Baca
+Pustaka
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Keraguan ini menciptakan badai besar di Nuranipura, yang disebut The Grey Fog of Cynicism (Kabut Abu-abu Sinisme). Kabut ini mulai menelan dimensi-dimensi bawah, membuat penduduknya kembali merasa bahwa hidup adalah kebetulan yang tidak berarti. "Nara, badai ini berbeda," lapor Elian. "Ini merusak struktur makna kita. Jika Pembaca tidak lagi percaya, kita akan kehilangan 'Oksigen Naratif' kita!" Kau menyadari bahwa satu-satunya cara untuk mengalahkan sinisme adalah dengan membuktikan bahwa Nuranipura memiliki dampak nyata.
775 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai contoh majas ironi sinisme sarkasme
Baca
+Pustaka
Terjerat Kontrak Cassanova

Terjerat Kontrak Cassanova

"Kenapa? Kamu tersinggung dengan pujian saya?" Pujian? Hah! Apa itu pantas disebut pujian? "Daripada pujian, saya pikir siapapun yang mendengar kalimat Tante barusan akan sepakat kalau itu lebih terdengar seperti kalimat sarkasme. “Dan—ya, saya cukup tersinggung.“ Aku Zehra jujur.
4.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai contoh majas ironi sinisme sarkasme
Baca
+Pustaka
Istri Galaknya Om CEO

Istri Galaknya Om CEO

Ciara: "Mau tema---" Haidar: "Apa, Sayang? Kamu bingung pilihnya?" Ciara: "Gak! Isbay masih marah!" Haidar: "Hehe, sebentar lagi sampai kok. Jadi gak quotesnya?" Ciara: "Iya, mana! Temanya majas dari nahwu! Haidar: "Amil itu yang bisa mengubah akhir kalimat, kalau yang bisa mengubah marahmu tamat, namanya pelukanku."
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai contoh majas ironi sinisme sarkasme
Tampilkan Ulasan (45)
Baca
+Pustaka
Laras_7779
Nurilhuda, Syamsiddhuha, Badridduja, kembar tiganya Abi Ibu yang pengen aku bawa pulang. Kakak Uda pinter bikin salting, Abang Uha vibesnya bawa ketenangan, Adik Uja si paling nggemesin sedunia. Lengkap deh kalian ini
Arsyi An
Cinta banget baca novelnya Kak Azizah. Dewasanya Haidar menggemaskan, ia menasihati, tapi juga intropeksi. Part favoritku: Wanita itu rumah untuk lelakinya. Rumah akan rapi jika yang punya peduli, rumah akan nyaman jika yang punya beriman, rumah akan terang jika yang punya tak lupa kasih sayang
Baca Semua Ulasan
REVENGE (INDONESIA)

REVENGE (INDONESIA)

Kalimat bernada sarkas langsung meluncur mulus dari mulut kurang ajar Rafael. "Kau benar, maka dari itu, aku berharap cucu kesayanganku mau menampungku barang semalam," balas Guzman dengan tenang. Dia menyandarkan tubuhnya di sofa. Kedua alis tebal Rafael langsung mengernyit. Dia mendecih sinis. "Ini bukan rumah penampungan. Kau tidak diterima." "Tentu saja, ini rumah keluarga anakku, kenapa aku tidak bisa tinggal di sini?"
1049.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 983 kali sebagai contoh majas ironi sinisme sarkasme
Baca
+Pustaka
Menantu Pahlawan Negara

Menantu Pahlawan Negara

Seperti dua orang yang sedang bertengkar, yang satunya melontarkan kata-kata sindiran tanpa mengucapkan kata-kata kasar, mengira akan membuat lawannya kesal setengah mati. Alhasil, lawannya sama sekali tidak mengikuti cara mainnya. Terlepas dari sindiran apa yang ditujukan pada lawannya, lawannya langsung menyerang balik dengan kata "sialan". Saat ini, Mikues merasa dirinya adalah "orang cerdas" yang melontarkan kata-kata sindiran itu, sedangkan Ardika adalah orang yang langsung melontarkan kata-kata kasar. Itulah sebabnya, dia sampai ingin muntah darah saking kesalnya.
8.82.7M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87.9K kali sebagai contoh majas ironi sinisme sarkasme
Tampilkan Ulasan (624)
Baca
+Pustaka
Arjun Mubarak
ini yg idiot ardika apa luna istrinya atau penulisnya yg idiot udah sejauh ini ceritanya masa istrinya sendiri msih blm tau indentitas suaminya...pdahal fasilitas serta kemewahan yg di nikmati oleh keluarga istrinya semua dri ardika... seluruh penduduk kota tau siapa ardika istrinya sendiri ga tau..
Muh Arsyad Gassing Al-Makassary
Kenapa Posting sedikit sedikit Beginilah,Ini Penulisnya Yg Dungu atau GoodNovel yg TDK beres, sy akan Screenshot ini baru Share klo ini Aplikasi kurang menyenangkan, maksud saya adalah apa ruginya kalian posting banyak²Bab setiap, kan kita juga bayar membacanya, Dasar emang Dungu dan Goblok............
Baca Semua Ulasan
Makin Lama Makin Asyik

Makin Lama Makin Asyik

sahut Bhaskoro sembari mengembuskan napas panjangnya yang teramat berat, menyandarkan punggung bidangnya di jok kulit mobil mewah ini. "Kalau situasinya memang seperti itu, kenapa Tuan Muda murni tidak mencari teman obrolan wanita, yang kapasitasnya bisa bikin Tuan Muda tertawa lepas menghilangkan beban pikiran gitu? Mungkin sesekali rute perjalanan roda kita ubah haluan, kita bertolak meluncur pergi mudik menuju ke Desa Sukarami... Mendatangi Surti yang berbody aduhai... Atau mungkin kita ketuk pintu rumah Ibu Kades Ratna yang suka bercanda itu?" kata Paman Ambak menyunggingkan senyuman kecilnya yang jenaka, sengaja menggoda gairah kejantanan majikannya ini.
1020.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 644 kali sebagai contoh majas ironi sinisme sarkasme
Baca
+Pustaka
PENDEKAR KEMBARA SEMESTA

PENDEKAR KEMBARA SEMESTA

“Miring sama dengan sinting. Sinting sama dengan gila, huahahahahaha...!” Makin riuh tawa anak buah Garjitalung. Sebenarnya yang diungkapkan Garjitalung tidak lucu. Tapi karena lama tidak tertawa, mereka lampiaskan tawa saat ini juga. Sekeras-kerasnya. Tertawa sekeras-kerasnya.
1018.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 377 kali sebagai contoh majas ironi sinisme sarkasme
Baca
+Pustaka
Ketika Takdir Menyapa

Ketika Takdir Menyapa

Saras menatap kosong beberapa detik, ada rasa getir di dadanya, campuran perih masa lalu dan ironinya keadaan sekarang. Mbah Imah melanjutkan, “Intan wataknya sama persis dengan Suci, kakaknya. Sombong, suka ngatur, suka merendahkan orang, termasuk kalian dulu.” Saras mengepalkan ujung jarinya pelan di pangkuan. “Semesta itu lucu ya, Mbah, dulu orang-orang itu nginjek-injek kita. Sekarang, kok ya balik kena sendiri.”
1010.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 402 kali sebagai contoh majas ironi sinisme sarkasme
Baca
+Pustaka
HANCUR BERSAMA SELINGKUHAN

HANCUR BERSAMA SELINGKUHAN

Kalimat sarkas yang sepertinya menyindir dirinya sendiri. "Kurang ajar kamu ya! Kamu samakan aku kayak wanita-wanita murahan." Bukannya marah, Celine malah ikut terbahak. "Enggak Sayang, bukan gitu. Tapi, aku nggak mau ambil resiko." "Oke, kalau yang itu aku setuju. Kamu memang yang paling cerdas. Tapi sekali-kali kan kamu juga butuh refreshing."
1044.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai contoh majas ironi sinisme sarkasme
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status