ANINDYA: BELIA TERPEDAYA CINTA
Mungkin inilah saat yang tepat untuk meledakkan bom waktu yang kusimpan sejak bertahun-tahun silam, yang selalu kugenggam dalam kepalan.
"Dulu saat aku masih sekolah, Papa dan Mama menuntutku untuk selalu juara, mengikuti akselerasi karena tempat kerja Papa yang pindah-pindah membuatku mundur tingkat. Setiap kali aku gagal juara, Mama dan Papa marah. Padahal aku sudah mengikuti kemauan Papa dan Mama untuk ikut bimbel intensif di sana sini, dan mengorbankan waktu bermainku. Itu yang membuatku hampir tidak punya teman akrab, Ma. Karena aku dianggap tidak asyik, culun, tidak pernah mau diajak jalan karena terlalu sibuk belajari."