Berangkat Miskin Pulang Kaya
Aku sejak kecil tinggal di Jakarta, terbiasa dengan pergaulan kota, depan-belakang kiri-kanan adalah rumah teman, setiap malam anak satu gang berkumpul, kalau bermain bisa sampai jam dua belas malam.
Usia SD tiba-tiba pindah ke kampung, kehidupan yang berubah total sulit kuterima, mana ada yang bermain malam-malam, yang ada hanyalah sepi. Bermain ke rumah saudara tidak diakui, lebih parah lagi saat usia SMP Mamak jatuh miskin, semua yang kuminta tidak bisa terpenuhi. Semua kekesalan menumpuk dalam diri. Puncaknya kelas satu STM. Aku maki-maki Mamak, sampai semua penghuni kebun binatang kusebut.
Sikat na Kabanata