TAK INGIN BERCERAI
Aku melotot pada Kak Dea, sementara dia hanya cengar cengir saja.
Setelah mengucap salam dan memperkenalkan diri, aku menarik napas lalu mengajukan pertanyaan yang barusan aku pikirkan, “Ustadz, bagaimana jika seseorang berniat menghancurkan rumah tangga saya dengan cara yang tak bisa diterima akal, misalnya berdukun atau semacamnya? Apakah cara seperti itu masih ada di zaman sekarang, dan bagaimana cara mengatasinya?”
Ustadz Azzam tersenyum sejenak, “ini pertanyaan yang menarik,” ucapnya lalu membetulkan posisi duduknya.