Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank

Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank

ajak Raka. Di Laboratorium Ramuan Laboratorium itu dipenuhi oleh uap berwarna-warni yang keluar dari berbagai kuali tembaga. Botol-botol kaca berisi organ monster, akar tanaman ajaib, dan cairan berpendar berjejer rapi di rak-rak kayu ek yang tinggi. Aroma belerang dan mentol yang tajam menusuk hidung siapa pun yang masuk.
101.3K viewsOngoingAdded to Library 47 Times as frankensteins laboratory menu
Read
+Library
Nona Hemat di Sarang Konglomerat

Nona Hemat di Sarang Konglomerat

Malam merayap di langit Cikini, namun bagi Raka Pradana, waktu hanyalah deretan angka yang harus dioptimasi. Setelah satu jam penuh ketegangan biometrik di bawah kubah bintang, ia memutuskan bahwa sistem pencernaan mereka membutuhkan asupan nutrisi yang memiliki presisi setara dengan algoritma servernya. Restoran "The Lab" berdiri angkuh di kawasan Menteng. Ruangannya putih bersih, tanpa sudut tajam, dan diterangi oleh lampu LED spektrum penuh yang membuat segalanya tampak steril.
745 viewsOngoingAdded to Library 27 Times as frankensteins laboratory menu
Read
+Library
SETELAH MASUK NOVEL, AKU MENJADI ANTAGONIS GILA

SETELAH MASUK NOVEL, AKU MENJADI ANTAGONIS GILA

"Duduk. Makan makananmu dengan normal. Aku tidak ingin memakan sup yang merupakan hasil 'evolusi' dari otakmu yang sedang korsleting. Aku sudah cukup mengalami drama suap-menyuap hari ini, aku tidak butuh keracunan makanan di daftar riwayat medis pribadiku." Rayyan meledak tertawa, suaranya memenuhi seluruh ruangan hingga membuat Arsenia yang tadi masih merajuk jadi ikut menoleh karena penasaran. "Betul sekali, Cal! Xay, kalau kau ingin melakukan eksperimen sains, silakan cari spesies lain di kebun belakang. Jangan di meja makan ini. Panci ini adalah warisan porselen mahal, bukan tempat pembuangan limbah kimia!"
10827 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as frankensteins laboratory menu
Read
+Library
Istri Kontrak Presdir Arogan

Istri Kontrak Presdir Arogan

Termasuk menghentikan percakapan antara Zyan dan wanita bermata amber. "Selamat siang, tamu-tamu kebanggaan saya." Kali ini Franklin yang memulai. Sedikit tergelak hingga mengguncang perut buncitnya, meski tertutupi oleh jas formal. "Selamat datang, selamat menikmati perjamuan kami. Oh iya, jangan lupa di sana juga ada daging, babi guling, belasan kalkun, dan yang lainnya. Silakan dicicipi dulu." Sontak semua hadirin waktu itu bertepuk tangan dan terbahak-bahak. Jiwa humoris Franklin memang cocok untuk membawa angin segar di acara ini agar tak terlalu tegang.
1016.9K viewsCompletedAdded to Library 677 Times as frankensteins laboratory menu
Read
+Library
Tertipu Masa Lalu

Tertipu Masa Lalu

Ia terus berlari hingga dihadapkan dengan sebuah ruangan mirip laboratorium laba-laba berukuran raksasa. 'Tempat apa ini?' Anna membatin sambil memperhatikan ruangan sembari mengedarkan pandangan mengamati sekeliling. Tampak ribuan laba-laba yang sepertinya sengaja dipelihara yang terkumpul dalam banyak etalase di hadapannya. Bah, di segala sisi ruangan nyaris penuh dengan laba-laba. Lebih mencengangkan lagi, ketika Anna mendapati di setiap etalase terdapat seonggok daging yang mulai membusuk. Baunya pun menguar memenuhi ruangan.
1011.4K viewsCompletedAdded to Library 317 Times as frankensteins laboratory menu
Read
+Library
Luxavar, Negeri di Dasar Samudera

Luxavar, Negeri di Dasar Samudera

Fibrela menatap sekeliling ruangan dan kemarahannya kembali tersulut. “Jadi, kau juga yang membuat laboratorium ini? Yang mengembangbiakan para hewan itu? Yang menyuntikkan segala macam senyawa ke dalam tubuh makhluk hidup itu? Memutasi para tumbuhan dan menghasilkan hibrida yang kacau balau itu?” Suara Fibrela memenuhi ruangan dengan frekuensi tinggi. “Aku tidak peduli apa maumu. Aku bekerja sesuai keinginanku dan ini tidak ada sangkut pautnya denganmu,” balasnya tenang sambil menjumput bubuk bibit tanaman.
105.7K viewsCompletedAdded to Library 229 Times as frankensteins laboratory menu
Read
+Library
RASHVA: LEGENDA PENAKLUK IBLIS

RASHVA: LEGENDA PENAKLUK IBLIS

tanya Elf bartender itu. “Saya ingin memasan makan dulu. Lalu setelah itu memesan kamar untuk menginap.” “Baik. Mau pesan makanan apa?” “Saya ingin memesan makanan dan minuman yang paling spesial di sini.” “Oh? Baik. Kami punya daging brontosaurus bakar. Sedangkan minumannya ada sari bunga Ambrosia. Seluruhnya total 2 Ingot.”
102.0K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as frankensteins laboratory menu
Read
+Library
DI ATAS RANJANG MAFIA

DI ATAS RANJANG MAFIA

Toples-toples kaca berisi organ manusia dan spesies hewan langka berjejer di rak-rak logam, berenang dalam cairan kimia hijau yang berpendar. Dante Castanyo berjalan menyusuri lorong laboratorium dengan bunyi klik-klik yang menyeramkan dari kaki palsunya. Di hadapannya, Dokter Federico tampak pucat pasi. "Sudah sepuluh tahun, Federico. Sepuluh tahun aku mendanai kegilaan ini," suara Dante terdengar seperti gesekan amplas. "Aku ingin monster setengah manusia. Makhluk yang tidak mengenal rasa takut, rasa sakit, dan hanya patuh padaku. Mulailah uji coba bulan ini."
1012.2K viewsOngoingAdded to Library 316 Times as frankensteins laboratory menu
Read
+Library
Terjerat Deduksi Detektif Kejam

Terjerat Deduksi Detektif Kejam

Didorongnya pintu besar itu, tampaklah bagian dalam laboratorium yang tidak pernah berubah nuasanya. Laboratorium seluas 3000 x 4000 meter tersebut berada di bawah markas, berisi ribuan orang pintar dari berbagai masa. Di antara mereka, yang paling terkenal ada Nikola Tesla, Galileo Galilei, Thomas Alpha Edison, dan banyak lagi penemu disana. Mereka dibekukan dan dibangkitkan kembali dengan teknologi Foundation X. Nameless diantar ke mejanya, melirik ke orang-orang tua yang sibuk bekerja di meja masing-masing. Kebetulan meja Nameless dekat mereka.
102.6K viewsCompletedAdded to Library 66 Times as frankensteins laboratory menu
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status