MR. CINDERELLA (INDONESIA)
“Iya, tapi tetap aja kalian berdua itu bukan sedarah, Mas. Bukan sekandung. Dan beda kelamin juga. Namanya setan kan nggak pandang siapa yang harus digoda. Bisa aja kan, tiba-tiba salah satu dari kalian ada yang butuh belaian, terus ____”
Belum sempat Hani menyelesaikan kalimatnya, spontan tawa Pram pecah kembali. Kali ini lebih membahana dari yang tadi. Bahkan bahunya ikut berguncang. Pram mengerti pasti apa maksud Hani. Menurut Pram rentetan kalimat gadis itu jauh lebih lucu dibanding celotehan para komedian di stand up comedy.
“Terlalu jauh, Sayang. Pikiran kamu terlalu lebay. Nggak boleh su’udzon gitu, ah. Biar jelek-jelek gini seleraku tinggi, dong. Kayak ini nih....”
Hot Chapters