Terpaksa Jadi Karakter Utama
Artin terdiam kaku, setiap perkataan yang Laila sampaikan sedikit demi sedikit melunturkan setiap keresahan yang sebelumnya Artin rasakan.
Artin kembali memejamkan matanya, dengan sangat rapat, berusaha menjerit, sekuat tenaga, yang kali itu hanya bisa dia lakukan di dalam pikirannya.
Artin menjerit, menjerit keras, hingga air matanya mengalir deras, meskipun hanya mampu dia lakukan dalam pikirannya. Hati Artin yang mati rasa cukup kuat untuk menahan air mata, bahkan untuk kesedihan gila yang dia rasakan saat ini.
Hot Chapters