My Captain Pilot
“Aku tau, kamu adalah cewek yang nggak gampang ngelupain suatu hal, sekecil apapun hal itu. Aku tau, cinta kita terpisah bukan karena kemauan kita sendiri. Aku tau saat itu, baik kamu maupun aku masih sama-sama saling mencintai. Aku masih inget gimana mimpi kamu tentang kehidupan rumah tangga kita kelak. Aku inget kamu pengen punya rumah yang semuanya serba kaca. Aku masih inget, kalo aku punya janji bawa kamu ke Eropa buat liburan. So i just wanna say something, i still love you Dis. No matter what.”
Kava mengakhiri pidato singkatnya dengan mengecup keningku. Aku terhenyak. Aku seperti dibius oleh sorot matanya. Shit.
Saat aku tersadar, aku langsung melepaskan tangan Kava yang sedari tadi m
Hot Chapters