Tetanggaku Rajin (Minta)
“Kapret baru, lu, Rin?”
“Karpeeeet!”
“Iye, kapret, ah, suka-suka gue lah! Bagus, ni, beli dimana?”
“Di tukang sate!”
“Hah? Serius? Tukang sate sambil jualan karpet?”
“Kagak! Ya di toko karpet, lah!” jawabku dengan kesal karena dia mengganti chanel TV tanpa seizinku.
“Yee, tinggal jawab aja susah bener. Tapi punyaku di rumah lebih bagus, loh. Karpet bulu asli.”