Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinta Vampir Terakhir

Cinta Vampir Terakhir

Ujung telunjuknya menyentuh sketsa wajah seorang perempuan. Lukas terbelalak. “Ini—” “Mirip dengannya, bukan?” sela Marco. “Apa kamu masih mau bertanya mengapa aku tertarik padanya?” Lukas menggeleng dengan cepat. “Apa kau merasakan sesuatu yang berbeda dari manusia lain pada gadis itu?” Si gondrong tersebut cukup takjub saat melihat Marco menganggukkan kepalanya. “Darah yang mengalir di tubuhnya … aku mencium aroma anggrek bulan di sana.”
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai cuddle me ultimo
Baca
+Pustaka
KAUM TERAKHIR

KAUM TERAKHIR

35. Kerinduan Usai pertempuran kecil yang mereka menangkan tadi, kini Istana Kegelapan tampak ramai dengan seruan dan canda tawa penghuninya. Lebih tepatnya hanya Orxphulus dan Glo. Keduanya sudah kehilangan kesadaran mereka karena alkohol yang mereka teguk. Tubuh keduanya bergeyol-geyol menikmati alunan musik yang sebelumnya telah disiapkan Orxphulus. Sebuah benda berbentuk segi panjang dengan speakers di dua sisi benda itu, mengalunkan musik yang begitu syahdu. Radio kuno itu entah didapatkan darimana oleh laki-laki itu. Kyana bahkan tidak mengetahui bahwa pengawalnya satu itu suka bolak-balik ke dunia manusia.
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai cuddle me ultimo
Baca
+Pustaka
Cinta Di Ujung Botol

Cinta Di Ujung Botol

Ruangan terasa semakin sempit, udaranya sesak oleh aroma cerutu Havana yang menyengat. "Jadi, kau sudah dengar semuanya?" gumam Ivanko, nada suaranya datar namun sarat dengan ancaman. Dia meraih kotak kristal di meja, mengambil satu batang cerutu dengan gerakan elegan, lalu menawarkannya kepada Rio dengan senyum yang terlalu tajam untuk disebut ramah. "Casimir baru saja menyerahkan Club Sevent Eight... pada Randu."
1.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai cuddle me ultimo
Baca
+Pustaka
Cinta Akhir Oktober

Cinta Akhir Oktober

Canda si Rino, sambil memberi sebuah kotak pada Lily. Kotak berwarna biru muda, bergambar kupu-kupu. "Apaan nih?" Tanya Lily. "Aku gak mau ya dapet sogokan. Jangan harap aku mau jalan hari ini. Otakku lagi gak sinkron" tegas Lily. "Aku gak ngajak kemana-mana. Aku cuma pengen kasih itu aja. Tapi kalau kamu gak mau, yaudah sini balikin!" Rio gemes.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai cuddle me ultimo
Baca
+Pustaka
Cinta Untuk Rumah Terakhir

Cinta Untuk Rumah Terakhir

“Tt..terima kasih, Mmas.” “Lain waktu mari bicara.” Anggukan kepala Asha menjadi akhir dari percakapan mereka. Di ruang kerja, Asha menggeledah sebuah rak yang di sana dia menyimpan surat-surat pemberian dari para penggemar. Mengeceknya satu per satu, hingga pada sebuah surat dengan gambar burung merpati, dia membawa ke mejanya. Meletakan surat itu bersebalahan dengan catatan yang dia ambil dari buku milik Aris. Benar dia. Tulisan tangannya sama persis.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai cuddle me ultimo
Baca
+Pustaka
Look and Love me, please!!

Look and Love me, please!!

Myli segera memberikan nomer telponnya tanpa ragu. Sementara pak Mus hanya mendengarkan penmbicaraan Myli dan Boss nya tersebut sambil membersihkan luka Josh. "Baiklah, perjanjian sudah sama- sama kita setujui. Aku akan meninggalkan kalian sekarang. Dan untuk mu, selamat datang." Ucap Louis Alexander sambil berlalu meninggalkan Myli, bersama pak Mus, dan Josh yang terluka dan pingsan.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai cuddle me ultimo
Baca
+Pustaka
Hug Me!

Hug Me!

kata Intan dengan mata yang mulai berembun. Mendengar ucapan Intan, hatinya terasa perih tak ada kata yang mampu keluar dari dalam dirinya. Sesaat suasana menjadi hening tanpa suara, yang ada nada lagu dari dalam café. Have I ever told you I want you to the bone Have I ever called you When you are ala alone And if I ever forget To tell you how I feel Listen to me now, baby I want you to the bone I want you to the bone
1016.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 345 kali sebagai cuddle me ultimo
Baca
+Pustaka
Lentera Terakhir

Lentera Terakhir

“Makan dulu.” Matanya melotot. “Wajahku rasanya sangat lengket, aku ingin cuci muka.” “Ada air di toilet.” “Aku butuh sabun cuci muka!” balas Delia penuh tekanan. Deryn mengangguk, kemudian mendekati Andin. “Kau bawa sabun cuci muka?” Andin meliriknya sekilas, lantas mengangguk. “Aku pinjam.”
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai cuddle me ultimo
Baca
+Pustaka
Sang Luna Terakhir

Sang Luna Terakhir

Strand menjabat tangannya, dan saat mereka berdua berbasa-basi, para Alpha lainnya datang untuk menyambut yang baru saja datang. Jelas bahwa banyak dari Alpha sudah bertemu atau setidaknya tahu satu sama lain. Ulysses adalah satu-satunya yang terdengar sangat tulus ketika dia menyambut River ke pesta. Ketika Blade menjabat tangan River, Ellie merasa dia melihat percikan api yang berasal dari tangan mereka, seperti dua pedang yang beradu milik dua prajurit yang berpengalaman.
641 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai cuddle me ultimo
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status