Serpihan Hati
Dia berlari menyusuri jalan, matanya berembun sebab air mata yang terus saja mengalir tanpa mau berhenti.
"Kau pembohong! Kau tega mengkhianati ku. Kau tega mengkhianati cinta suci yang selama ini aku jaga hanya untukmu! Kenapa kau tega mempermainkan perasaanku, KENAPA! APA SALAHKU!" Shinta menekan dadanya, dia tersengal dan menjatuhkan badannya ke aspal. Menangis meratapi nasib cintanya yang begitu menyiksa batin.
"Andai aku tidak memiliki perasaan ini, andai aku tidak mengenal dirimu, andai aku bisa sedikit saja menghilangkan perasaan ini dan tidak mengatakan kepadamu waktu itu. Pasti aku tidak terluka begini kan?"
Hot Chapters