Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dewa Pedang Tanah Pasundan

Dewa Pedang Tanah Pasundan

Rasa percaya diri Ketua Adiyaksa semakin menambah tebal ketika dia sudah mengeluarkan Pedang Lemas Sembilan Titik tersebut. Mendadak orang itu membentak nyaring. Tubuhnya meloncat ke depan sambil melayangkan sebuah tusukan maut yang mengarah ke berbagai titik penting di tubuh manusia. Bersamaan dengan gerakan tersebut, si Naga hitam Dari Selatan itu juga turut serta mengeluarkan salah satu jurus andalannya yang bernama "Tusukan Awan Gelap". Ranu Brata bertindak waspada ketika menyaksikan serangan lawan yang menurutnya berbahaya tersebut. Dala waktu yang sangat singkat itu, dia telah mencabut sebilah golok pusaka miliknya.
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai dagu kedutan
Baca
+Pustaka
Suara Desahan Di Kamar Iparku

Suara Desahan Di Kamar Iparku

jelas Raya. "Si dupan itu?" Raya mengerutkan keningnya saat mendengar kata yang begitu asing di telinganya. "Dupan? Siapa, Ma?" "Aish ... kurang gaul kamu, ya. Dupan itu singkatan dari Duda Tampan, Raya ...." "Astaga, Mama.... Mana ini ada-ada aja ya," ucap Raya yang tak habis pikir dengan sang Mama yang tak pernah kehabisan kata-kata nyeleneh yang hanya ada di dalam kamusnya.
9.61.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48.3K kali sebagai dagu kedutan
Baca
+Pustaka
Anak-Anak Aslan

Anak-Anak Aslan

Beberapa kerutan di sekitar kantung matanya terlihat, serta wajah yang dihiasi dua pipi gemuk, beradu dengan ketinggian hidung. “Maaf, anda...,” Aditya mulai membuka suara. Pria gemuk itu tersenyum simpul. Kedua bibir yang tertarik menekan kedua pipinya yang bulat dan menjadikannya terlihat seperti kue pau. “Ah maaf, aku belum memperkenalkan diriku. Namaku Damar, rekan kerja Sagara,” sebutnya seraya mengulurkan tangan kanan ke arah Aditya.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 146 kali sebagai dagu kedutan
Baca
+Pustaka
Si Buta Dari Sungai Ular

Si Buta Dari Sungai Ular

Dalam rimba persilatan dia dikenal sebagai Tangan Baja dari Gunung Tidar. Di sebelah Ki Denawa adalah seorang perempuan tua berusia enam puluh tahun. Rambutnya yang panjang memutih digelung keatas. Wajahnya tirus penuh kerut-kerutan. Kedua pipinya peot. Sepasang matanya rabun berwarna putih. Mengenakan pakaian yang ringkas berwarna hijau, dia adalah Ketua Perguruan Naga Laut yang menguasai pantai utara Pulau Jawa. Namanya, Nyi Kuweni. Julukannya adalah Naga Buta dari Pantai Pemalang.
1052.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai dagu kedutan
Tampilkan Ulasan (26)
Baca
+Pustaka
KSATRIA PENGEMBARA
INovel terbaru saya PENDEKAR KERA SAKTI Baraka adalah SANG PEWARIS PARA DEWA yang telah diramalkan kelahirannya sejak Seribu Tahun Yang Lalu. Baraka memiliki takdir yang akan menjadi ujian bagi dirinya untuk naik kelangit dan menjadi seorang dewa. Baca kisahnya dalam : PENDEKAR KERA SAKTI
Zhu Phi
Ijin promosi thor ... Pendekar Kitab Iblis Dunia Persilatan gempar oleh terbunuhnya Pendekar golongan putih dan hitam secara misterius. Pelakunya dikenal sebagai Hantu Dunia Persilatan yang selalu membuka Kitab Iblis yang bercahaya. Siapakah dia? Ikuti kisahnya ya. Update tiap hari. Terima kasih.
Baca Semua Ulasan
Istri Sederhana Sang Duda

Istri Sederhana Sang Duda

Lagi-lagi, Alisa hanya bisa mengangguk dan tersenyum--tak berani berbicara banyak karena ia pun takut berharap. Kriet Suara pintu terdengar mengalihkan fokus ketiganya. "Papa....!" teriak Aditya seketika begitu ia melihat Darma datang. Pria itu sontak tersenyum. "Anaknya Papa, jangan lari. Nanti, kalau jatuh bagaimana?" ucap Darma seraya menggendong anaknya itu. "Pa, nanti Aditya mau beli sosis Kenzle ya, Pa. Di kulkas sudah habis," ucap Aditya mengadu pada sang Papa.
101.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai dagu kedutan
Baca
+Pustaka
Pedang Penebusan

Pedang Penebusan

Naga itu terhuyung, dan Eiran, terdorong oleh semangat Liora, menyerang dengan Zephyrion, menghancurkan inti kristal naga itu. Saat naga runtuh jadi asap, tim berkumpul, napas mereka tersengal. Aria menatap Eiran dengan kekaguman. “Kau luar biasa dengan pedang itu,” katanya, suaranya lembut. “Aku ingin tahu lebih banyak tentangnya… dan tentangmu.”
10575 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai dagu kedutan
Baca
+Pustaka
Pewaris Naga Majapahit

Pewaris Naga Majapahit

*** Sementara itu di rumah Jaka Kelud, Suminten tampak sedang gelisah dan matanya tampak berkedut berulang kali membuatnya penasaran. Karena sebagai orang Jawa, Suminten sangat mengenali pertanda yang ada di tubuhnya termasuk dengan kedutan di matanya. “Siapa yang akan saya temui ya? Kenapa mataku kedutan terus sedari tadi?” gumam Suminten dalam hatinya sambil mengingat-ingat saudara atau kenalan yang pernah dikenalnya. Meskipun sudah berpikir dengan keras dan menebak-nebak siapa yang akan ditemui, tetap saja Suminten tidak bisa menebak orang yang akan ditemuinya.
9.771.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai dagu kedutan
Tampilkan Ulasan (12)
Baca
+Pustaka
MN Rohmadi
Selamat datang follower dan pembaca setia novel Menantu sang Jendral Besar, penulis mengucapkan selamat membaca novel terbaru Pewaris Naga Majapahit, semoga novel ini bisa menghibur penggemar setia penulis MN Rohmadi, terimakasih. Jangan lupa tinggalkan jejak komentar dan beri bintang lima.
Rubi man
Lanjut Thor, aku paling seneng klu alur cerita histori nya adalah dari bangsa sendiri Krn aslinya kita memang dulunya bangsa yg hebat JAWA DWIPA /NEGRI NUSANTARA sempalan surga, pokoknya BANGGA BANGET deh lihat sejarah sejarah NENEK MOYANG kita dulu, MAJAPAHIIT, SRIWIJAYA, KALI NGGA, DLL............
Baca Semua Ulasan
Sang Pendekar

Sang Pendekar

Sorot matanya terus mengarah ke wajah orang nomor satu di desa itu. "Kalian lihat ini!" Ki Kuwu menunjukkan pedang yang tergeletak di samping pembaringan Panglima Janeka. Lalu, ia berkata lagi, "Ini adalah pedang para prajurit kerajaan Kuta Waluya, bisa kalian lihat dari ukiran kepala pedang ini, yang bertuliskan huruf kecil yang merupakan bahasa kuno dari kerjaan Kuta Waluya!" "Ya, Ki. Ini tulisannya wadiya balad yang berarti para prajurit," jawan Dukuwar sembari mengamati tulisan yang ada di kepala pedang dan selongsongannya itu.
9.9166.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.1K kali sebagai dagu kedutan
Tampilkan Ulasan (150)
Baca
+Pustaka
CahyaGumilar79
Buat kakak2 Reader hari ini aku baru up dua bab dan nanti sore satu bab lagi yah. Jangan lupa saweran Gemnya biar penulis semangat dalam berkarya dan juga para reader pun sehat selalu.... doa dan dukungan sangat aku harapkan. Dukung terus cerita ini hingga berada di puncak Rank Salam Pendekar_Lover
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api

Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api

Dihadapan mereka, Raja Durwasa dengan jubah megahnya tertutupi debu Medan perang, menatap musuhnya dengan tatapan tajam seperti pisau. Raja Durwasa mendekat, membungkuk sedikit sehingga wajah mereka sejajar. “Jadi inilah Raja Kridageni sang penjaga Kehormatan dan memiliki ambisi memiliki Pedang Agni itu? Sekarang kau adalah tawanan lemah yang tak berdaya di bawah kakiku!” Kridageni tertawa kecil, meskipun darah tersembur dari mulutnya.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai dagu kedutan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status