Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kutunggu Jandamu

Kutunggu Jandamu

Aku duduk menunggu di bale-bale kedai ini sembari berbincang hangat dengan penjualnya. "Bapak masih untung kalau isterinya cuma ngidam jagung rebus. Paling tidak ada yang jual. Lah, isteri saya dulu malam-malam pengen mangga yang sudah dimakan codot sebagian," sahutnya sembari tertawa. "Serius, Pak?"
1010.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 324 kali sebagai dagu kedutan
Baca
+Pustaka
Mahar Kedua

Mahar Kedua

“Dengerin Mas dulu, Ina, kamu kan yang motong penjelasan Mas. Tadi kamu tanya apa?” “Sate lilit terbuat dari daging apa?” “Nah iya Mas jawab, ada yang dari babi, ayam dan sapi, yang kita makan tadi dari daging sapi.” “Owalah gitu, to?” ucapnya meringis. “Mau kemana, Pak?” tanya seorang lelaki paruh baya yang memakai udeng di kepalanya. “Mau ke pantai Tanah Lot, kalau ke sana naik apa ya?”
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai dagu kedutan
Baca
+Pustaka
Geger Kahyangan

Geger Kahyangan

sahut penjaga yang satunya. Mereka berdua sebenarnya adalah saudara kandung yang lahir dari keluarga Dai. Sang kakak bernama Daici sedangkan sang adik bernama Daisuke. Mereka dipanggil dengan sebutan Dai bersaudara dan memiliki julukan Dua Naga Pemburu karena kekuatan mereka yang tidak main-main saat bertarung bersama. Sayang nya, saat ini mereka telah memilih lawan yang salah. BLEGAAARRR!!!
8.962.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai dagu kedutan
Baca
+Pustaka
TUAN MUDA KAMU YANG KUTUNGGU!

TUAN MUDA KAMU YANG KUTUNGGU!

Ada rendang, ayam opor, gudeg, arsik ikan mas, hingga lotek khas Bandung. Para tamu makan sambil bercengkrama. Suasana kekeluargaan terasa hangat. Sementara itu, di pojok halaman, kedua Mami duduk sambil memandangi Marsha dan Arnold dari kejauhan. “Lihat mereka, Din. Anakku udah jadi ibu,” ucap Mami Bertha dengan suara bergetar. “Dan anakku jadi ayah,” sahut Mami Dina, matanya berkaca-kaca.
101.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai dagu kedutan
Baca
+Pustaka
Istri Kedua Sang Duda

Istri Kedua Sang Duda

sahut Irvin Dawson segera. Para pria itu segera mengedikkan bahunya dan meminum champagne yang sejak tadi dipegangnya. Yang punya anak telah ikut bicara jadi sebaiknya keributan ini hentikan dulu untuk sementara. Ketika pertunangan tertutup itu digelar, sebagian dari mereka memang tidak bisa percaya hingga akhirnya undangan itu tersebar.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai dagu kedutan
Baca
+Pustaka
Kelir Getih (Layar Berdarah)

Kelir Getih (Layar Berdarah)

"Tapi bisakah Anda jelaskan apa artinya 'gaya mendiang ayah saya' ini? Apakah itu mengarah pada sesuatu?" Raka menutup folder, jari-jarinya masih gemetar. "Ayah saya, Ki Anom Suroso, adalah seorang dalang legendaris. Dia tidak hanya mementaskan wayang, Dia hidup di dalamnya. Setiap properti, setiap ukiran, setiap karakter … dia berikan nyawa. Dan pakem ukiran gada Duryudana yang diajarkan ayah saya selalu memiliki ciri khas. Gada itu adalah simbol kekuatan, kekuasaan, dan ambisi. Duryudana adalah Kurawa tertua, pemimpin yang sombong, yang buta oleh keserakahan dan tahta. Kematiannya menandai akhir dari perang Bharatayuddha yang panjang dan berdarah. Dia gugur di medan Kurusetra, dipukul paha
967 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai dagu kedutan
Baca
+Pustaka
Sang PENEMBUS Batas

Sang PENEMBUS Batas

hanya seruan dan ucapan itu, yang keluar dari bibir sang Kakek. “Maaf Kakek. Kalau Elang boleh bertanya. Siapakah nama Kakek? Dan negeri apakah ini Kakek?” “Nama Kakek adalah Jagadnata, dan negeri ini bernama Kalpataru, Elang. Srenggana, segeralah kau minta maaf pada Elang..!” sahut Ki Jagadnata, seraya berseru pada muridnya. “Maafkan aku Elang, telah berlaku sembrono di awal pertemuan kita tadi,” ucap Srenggana seraya mendekat, dan mengulurkan tangannya pada Elang.
9.964.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai dagu kedutan
Baca
+Pustaka
Sang Maharaja yang Terlupa

Sang Maharaja yang Terlupa

Ia meletakkan keranjangnya di atas meja kayu, lalu mengeluarkan sebuah bungkusan daun pisang yang berisi serbuk berwarna ungu kehitaman. "Lihat ini," kata Dewi, suaranya bergetar menahan amarah. "Orang-orang di pasar menyebutnya Dupa Senja. Harganya murah, dan setiap kedai, bahkan warung kopi pinggir jalan, membakarnya atau mencampurkannya ke dalam minuman. Mereka bilang ini bisa menghilangkan lelah dan membuat pikiran melayang."
10740 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai dagu kedutan
Baca
+Pustaka
Rayuan Desa Wanita

Rayuan Desa Wanita

Mereka membawa tongkat bambu dan membakar kemenyan di atas tungku tanah liat kecil. Kepulan asap putih tebal langsung memenuhi udara pasar. Bau getah pinus yang dibakar menyengat saluran pernapasan. Seorang pria tua berjubah hitam melangkah lambat di tengah rombongan tersebut. Kalung dari taring babi hutan melingkar di lehernya yang keriput. "Itu Ki Gede. Dukun tersohor dari lereng barat," bisik Sekar merapatkan posisinya di sisi kiri Leo. "Dia tidak pernah turun gunung kecuali ada yang membayar jasanya dengan harga mahal."
1032.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai dagu kedutan
Baca
+Pustaka
Legenda Lima Pendekar dan Seekor Naga

Legenda Lima Pendekar dan Seekor Naga

Ucap Kagura. Dia mengeluarkan pedang kedua dan membidik Baelzebub. Pedang itu adalah pedang berharga Kaisar Naga, Dewi langit. Karena pedang pertamanya, Pedang Mutiara Enam Elemen, ia tinggalkan di Kerajaan Garuda Andromeda. "Trank!" "Berdengung!" Kagura menebas lima iblis yang mendekatinya. kamu mempunyai kemampuan. Saya menjadi sangat terpengaruh sehingga saya ingin segera memakan daging Anda.
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai dagu kedutan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status