Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
POLIGAMI AKU, MAS!

POLIGAMI AKU, MAS!

"Apakah semua laki-laki seperti itu?" "Apa yang telah dilakukan oleh suaminya? Selingkuh? Ataukah ia malah ..." Ucapanku terpotong ketika aku melihat memar di pergelangan tangan Kak Intan. "Ini apa?" tanyaku antusias.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai dalang pelo #acil
Baca
+Pustaka
AFRAID

AFRAID

“Bukan, mereka napak kakinya,” jawab Alina. “Heh, ini aku Aldo. Kamu pikir aku setan apa?" seru Aldo. “Huft, manusia rupanya. Tadinya gue pikir setan, Do.” “Sembarangan, Luh! Ayo, kita main lomba lagi!” ajak Aldo. “Main apaan?" “Main bekel! Tuh, Main balap motor simulasi itu," ucap Aldo. "Hmmm, oke lah."
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai dalang pelo #acil
Baca
+Pustaka
Dalang Dibalik Kematian Kakakku

Dalang Dibalik Kematian Kakakku

Baru saja Alina mau memasukkan ponsel, seketika ada notif yang masuk. "Bima?" Pesan sudah dibuka dengan getaran yang dahsyat. [Saya sudah membuka handphone milik Wiwin.] [Kamu ingin saya kasih tahu lewat chat ini atau ketemu?] Alina dengan mantap mengetik. [Kasih tahu sekarang saja.] Ia masih berdiri di depan pintu rumah menunggu balasan Bima. Sesaat kemudian notif kembali masuk. [Kami sudah tahu dalang dari kasus panti yang dipimpin Pak Wibowo. Dia adalah......]
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai dalang pelo #acil
Baca
+Pustaka
Satu Malam Bersama Pengawal Tampan

Satu Malam Bersama Pengawal Tampan

Bu Dewi tersenyum masam melihat acaranya dibajak jadi acara politik, namun beliau tidak berkata apa-apa, karena Kakek Abisena memberikan restunya–dan tak ada yang bisa membantahnya. Lalu ada sekuens menarik yang membuat Ela tak bisa mengedipkan matanya di tengah kekacauan malam ini. Anyelir Dasono. Perempuan itu berdiri dari kursi, menyalakan mic yang entah bagaimana berpindah ke tangannya dan berujar dengan suaranya yang lembut namun jernih. “Selamat untuk Pak Kelana dan Ibu Prajna. May this happy announcement bring joy and blessing to your upcoming wedding!”
108.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai dalang pelo #acil
Baca
+Pustaka
Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam

Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam

Dia menoleh ke Arlo dengan canggung sambil memperkenalkan, "Ini Sonna, Bonita, Donny, dan Aciel. Mereka semua teman sekelasku." Aciel, si tuan muda generasi kedua, mengenakan pakaian bermerek dari ujung kepala sampai kaki, penuh gaya. Dia melambaikan tangan dengan santai, sengaja memperlihatkan jam tangan mahal di pergelangan tangannya. Sambil melirik Arlo, dia berkata, "Nggak apa-apa. Kalau memang teman Diana, ikut saja. Lagi pula, cuma butuh satu kalimat dariku."
9.8513.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12.3K kali sebagai dalang pelo #acil
Baca
+Pustaka
ASAL KAU BAHAGIA

ASAL KAU BAHAGIA

Amri tertawa malu dengan tangannya membentuk tanda hormat. Sembari menunggui Suri memakai helm, Amri membuka ponsel untuk memeriksa beberapa pesan, sekaligus meminta maaf pada teman-teman gamer karena telah meninggalkan permainan tanpa sopan santun. Amri lalu tertawa miris melihat deretan kalimat yang tertera di dasar group online game-nya. Ace Gaming telah mengeluarkan Anda.
102.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai dalang pelo #acil
Baca
+Pustaka
Kepergian Istri yang Tuan Dingin Sesali

Kepergian Istri yang Tuan Dingin Sesali

Gimana kalau nanti kita dinner berdua? Di seberang sana, Acel menatap ponselnya dengan mata berbinar. Perlahan muncul semburat merah pada pipinya karena kegembiraan. Tangannya menekan layar dengan cepat. [Hah, kamu serius, nih?] [Iya dong, apa sih yang nggak buat kamu? Dandan yang cantik, ya. Aku ada surprise buat kamu.] Rio tersenyum tipis membaca balasan itu. "Bersiaplah, Cel," bisiknya, sebelum kembali fokus pada rapatnya.
1028.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 654 kali sebagai dalang pelo #acil
Baca
+Pustaka
Pacar Pura-Pura

Pacar Pura-Pura

ucap Kak Indri pada Kakak galak “Iya” jawab Kakak galak dengan singkat dan setelah itu mereka berdua bergegas pergi ke sana, mereka berlari ke arah sana, setelah sampai di sana mereka berdua pun masuk ke dalam dan setelah masuk ke dalam, benar saja Rama ada di sana dan bahkan dia sedang memainkan alat musuk piano, dia menyanyikan lagu My Jolly Sailor Bold dari Ashey Serena, dia memainkan musik dan menyanyikan lagu tersebut yang membuat orang merinding mendengarnya dengan suaranya juga yang sangat bagus, Kakak galak dan kak Indri bahkan merasakannya saat mereka berada di dalam ruangan musik tersebut “Benar ternyata ada di sini” ucap Kak Indri pada kakak galak
109.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 335 kali sebagai dalang pelo #acil
Baca
+Pustaka
The Present Of Love

The Present Of Love

Dia pun menyobek kemasan paling atas dan membuka klipnya. “Gue juga, Ah.” Bila juga membuka kemasannya. Seila mencoba potongan pertama. Ternyata memang pedas. Jeletot di bagian lidahnya. “Gila-gila. Ini enak banget buat ukuran 20 ribuan doang.” “Gila, emang enak, nih.” Bila juga menunjukan ekspresi kagumnya. “Eh itu pacar lo berhasil mencetak angka.” Bila menunjuk Angga yang senang karena baru memasukkan satu bola ke ring.
1012.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 269 kali sebagai dalang pelo #acil
Baca
+Pustaka
Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor

Pria dengan tahi lalat di hidung itu menjabat tangan Pak Baron, membalas sapaan. "Ayo. Kita langsung mulai saja acaranya. Lebih cepat lebih baik, bukan?" ucap perempuan yang tidak lain adalah istri dari Pak Baron—Ibu Mila. Aska dan Saka saling berpandangan, keduanya saling mengangguk lalu duduk di tempat masing-masing. Saka yang duduk di seberang meja di mana tempat akad akan dilaksanakan, sedangkan Aska duduk di sisi meja sebagai saksi dari pihak Saka.
104.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai dalang pelo #acil
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status