Menjadi Pembantu Maduku
Nia memeluk Nana, sembari menepuk-nepuk pipi Nana yang terdapat rona merah akibat tamparan, karena Nana masih tidak bisa bernafas dengan baik.
" NANA MAMA MOHON NAK BERNAFAS LAH, MAMA TAKUT SAYANG, HIKS …."teriak Nia histeris, sembari mendekap Nana erat, karena ia sangat takut kehilangan nana, saat melihat kondisi Nana yang menangis dalam diam sembari kesulitan bernafas. Bahkan wajah nana memerah karena terlalu lama kesulitan bernafas.
"HIKS … MAMA MOHON SAYANG BERNAFAS LAH."Histeris Nia panik meraung sembari mengguncang tubuh kecil Nana yang telah lemas